Generasi sandwich di Indonesia kini tengah menghadapi tekanan finansial yang semakin menggunung. Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas kebutuhan ekonomi diri sendiri dan anak-anak, namun juga wajib menanggung biaya hidup orang tua yang semakin menua. Situasi ini diperparah dengan lonjakan biaya pendidikan, perawatan kesehatan, dan kebutuhan pokok yang terus meroket, membuat perencanaan keuangan menjadi sebuah keharusan mutlak.
Fenomena ini menjadi perhatian serius para pakar. Salah satu pakar, Prita G. Jouw, seorang Perencana Keuangan dari Finansialku.com, menekankan pentingnya persiapan yang matang. Menurutnya, dalam kondisi ideal, generasi sandwich sebaiknya sudah memiliki tabungan dana pensiun sejak usia muda, atau setidaknya memiliki aset yang bisa dicairkan tanpa mengganggu kebutuhan primer. Sayangnya, realitas di lapangan seringkali berbeda.
Prita menyoroti bahwa banyak dari mereka yang baru mulai memikirkan perencanaan keuangan ketika sudah berada dalam situasi terdesak. “Banyak yang baru sadar ketika sudah ada yang sakit atau sudah pensiun, sehingga ini agak terlambat,” ungkapnya dalam webinar “Financial Health Check” yang diselenggarakan oleh Finansialku.com pada Kamis (13/6/2024).
Kondisi ini semakin kompleks mengingat tanggung jawab ganda yang diemban. Beban finansial tidak hanya datang dari satu arah. Di satu sisi, mereka harus memastikan pendidikan anak-anak mereka terjamin, mulai dari biaya sekolah hingga biaya kuliah. Di sisi lain, biaya kesehatan orang tua, terutama di usia senja, seringkali tidak terduga dan membutuhkan alokasi dana yang signifikan. Belum lagi kebutuhan sehari-hari yang tak bisa diabaikan.
Pentingnya edukasi dan kesadaran akan perencanaan keuangan sejak dini menjadi kunci. Webinar “Financial Health Check” yang diikuti oleh 2.100 partisipan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi finansial masyarakat, khususnya bagi mereka yang masuk dalam kategori generasi sandwich. Diharapkan, dengan pemahaman yang lebih baik, mereka dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak dan terhindar dari jerat utang yang merugikan.
