Arab Saudi dan milisi Houthi kembali terlibat dalam rentetan serangan udara di Yaman. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Serangan terbaru dilaporkan terjadi pada Minggu (10/1/2021). Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah mencegat rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi ke arah Riyadh. Selain itu, serangan udara balasan juga dilancarkan koalisi ke sasaran militer Houthi di ibu kota Sanaa.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Brigjen Turki Al-Maliki, menyatakan bahwa rudal tersebut berhasil dinetralisir. Ia juga menegaskan bahwa serangan Houthi tersebut merupakan aksi yang disengaja untuk menargetkan warga sipil. Pihaknya mengklaim telah merespons dengan menghancurkan fasilitas peluncuran rudal di Sanaa.
Sementara itu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi serangan mereka. Ia menyebutkan bahwa serangan rudal itu adalah respons terhadap agresi dan blokade yang terus berlanjut di Yaman. Houthi mengklaim telah menargetkan bandara internasional di Riyadh, yang menurut mereka merupakan fasilitas militer.
Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang telah berlangsung bertahun-tahun di Yaman. Perang saudara ini telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Jutaan orang menghadapi kelaparan dan penyakit.
Keterlibatan Arab Saudi dalam konflik Yaman dimulai sejak Maret 2015. Koalisi pimpinan Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Mereka memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Memanasnya kembali hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama pasca-pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani pada Januari 2020, turut menambah kompleksitas situasi di Timur Tengah. Ketegangan ini seringkali berimbas pada konflik regional, termasuk di Yaman.
Para pengamat menilai, serangan balasan terbaru antara Saudi dan Houthi ini dapat memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman. Selain itu, eskalasi ini juga berpotensi memicu respons lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat, baik di tingkat regional maupun internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus berupaya menengahi gencatan senjata dan mendorong penyelesaian damai. Namun, upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil yang signifikan di tengah dinamika konflik yang terus berubah.
