Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
BERITA

Pertemuan Akrab Prabowo, Jokowi, dan Gibran di Istana, Menko Polhukam Sebut ‘Bestie’

Oleh Emanuel August 18, 2026 48 minutes lalu 0 komentar

Keakraban antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden Joko Widodo menjadi sorotan publik. Momen kebersamaan mereka, terutama saat makan siang bersama di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (18/3/2024), mengundang berbagai spekulasi dan komentar. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto turut angkat bicara mengenai hal ini.

Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pertemuan tersebut memang menunjukkan kedekatan yang terjalin di antara ketiganya. Ia bahkan secara santai menyebut hubungan mereka layaknya ‘bestie’ atau sahabat dekat. “Ya, memang ‘bestie’,” ujar Hadi Tjahjanto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (19/3/2024).

Lebih lanjut, Hadi Tjahjanto mengonfirmasi bahwa Presiden Jokowi mengundang Prabowo dan Gibran untuk makan siang. Pertemuan ini berlangsung kurang lebih selama dua jam. “Presiden yang mengundang, makan siang bersama bapak-bapak,” jelasnya.

Sebelumnya, momen keakraban ini terekam dalam beberapa foto yang beredar di media sosial. Dalam foto-foto tersebut, terlihat Presiden Jokowi, Prabowo Subianto, dan Gibran Rakabuming Raka duduk semeja dan berbincang santai. Kehadiran Prabowo, yang merupakan calon presiden terpilih, bersama Gibran, yang merupakan calon wakil presiden terpilih, di Istana menjadi perhatian publik, terutama pasca-pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pertemuan ini semakin memperkuat persepsi publik mengenai dinamika politik pasca-pemilu. Hubungan antar tokoh politik yang sebelumnya terlibat dalam kontestasi kini terlihat cair dan penuh keakraban. Pernyataan Hadi Tjahjanto yang mengibaratkan hubungan mereka sebagai ‘bestie’ seolah menegaskan bahwa perbedaan politik tidak menghalangi terjalinnya hubungan personal yang baik.

Meskipun pertemuan ini bersifat informal, namun dampaknya terhadap persepsi publik terhadap stabilitas politik dan hubungan antar elite politik patut dicermati. Interaksi positif seperti ini seringkali diartikan sebagai sinyal baik bagi kelangsungan pemerintahan mendatang dan upaya rekonsiliasi pasca-pemilu.

Bagikan: Facebook X WhatsApp