Monday, 17 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Gelombang Panas Ekstrem di Spanyol Telan 1.028 Korban Jiwa Selama Juni 2026

Oleh Heni Maulidya July 2, 2026 2 months lalu 0 komentar

Spanyol baru saja melewati bulan Juni yang mematikan akibat hantaman gelombang panas ekstrem. Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan sebanyak 1.028 orang meninggal dunia karena suhu udara yang melonjak tajam sepanjang bulan tersebut.

Angka ini sekaligus mencatatkan rekor kematian tertinggi akibat suhu panas di Spanyol sejak sistem pemantauan dimulai pada tahun 2015. Jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya pada Juni 2017 yang mencatat 1.000 kematian.

Data tersebut didapatkan melalui estimasi kelebihan kematian. Metode ini membandingkan jumlah kematian aktual dengan angka kematian yang diperkirakan terjadi dalam kondisi cuaca normal. Pihak otoritas menegaskan bahwa data ini bukan berdasarkan sertifikasi medis yang secara spesifik menetapkan panas sebagai penyebab utama kematian.

Kelompok lanjut usia menjadi populasi yang paling rentan terdampak. Tercatat sebanyak 1.022 korban jiwa berusia 65 tahun ke atas. Dari jumlah itu, 720 di antaranya merupakan lansia berusia 85 tahun atau lebih. Selain itu, terdapat satu kasus kematian yang melibatkan anak berusia di bawah 15 tahun.

Secara geografis, wilayah Mediterania dan utara Spanyol mencatat angka kematian tertinggi. Hal ini diduga karena penduduk di daerah tersebut kurang terbiasa menghadapi suhu panas berkepanjangan dibandingkan warga di selatan. Catalonia menjadi wilayah dengan dampak terburuk mencapai 218 kematian, disusul Basque Country dengan 147 korban.

Lonjakan kematian mulai terlihat sejak 21 Juni, saat gelombang panas memecahkan rekor suhu dan bertahan hingga akhir bulan. Badan meteorologi Spanyol, AEMET, menyebut Juni 2026 sebagai bulan Juni terpanas kedua sejak pencatatan dimulai pada 1961.

Suhu rata-rata di Spanyol selama Juni tercatat 3,2 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020. Hanya Juni 2025 yang tercatat memiliki suhu lebih panas. Fenomena ini mempertegas tren pemanasan jangka panjang akibat pemanasan global, mengingat 13 bulan Juni terpanas sejak 1961 seluruhnya terjadi pada abad ke-21.

Meskipun memecahkan rekor untuk periode Juni, angka kematian bulan lalu belum melampaui rekor mematikan lainnya. Sebelumnya, sistem pemantauan mencatat 2.217 kematian akibat panas pada Juli 2022 dan 2.184 kematian pada Agustus tahun lalu.

Sayangnya, jeda dari cuaca ekstrem pekan lalu diprediksi hanya bersifat sementara. AEMET memperingatkan bahwa massa udara panas baru akan kembali bergerak melintasi Spanyol. Gelombang panas susulan diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini, dengan potensi suhu siang dan malam yang kembali melonjak drastis. Pemerintah setempat pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman suhu tinggi yang masih mengintai dalam beberapa hari ke depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp