Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
BADMINTON

Gebrakan Bulu Tangkis Indonesia di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Oleh Wibowo August 25, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Pontianak, 24 Agustus 2026 – Gelaran akbar POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 dipastikan akan menyajikan persaingan sengit dari para pebulu tangkis terbaik Indonesia. Turnamen yang dimulai hari ini di Pontianak ini menjadi panggung bagi para atlet untuk unjuk gigi dan meraih prestasi di kancah internasional.

Pelatih tunggal putra, Ihsan Maulana Mustofa, menyoroti peta persaingan bulu tangkis yang semakin merata di kancah global. Ia mengingatkan para pemain, khususnya di sektor tunggal putra, untuk selalu siap menghadapi kejutan dari negara mana pun. “Pastinya untuk melihat peta persaingan bulutangkis sekarang cukup merata, dari semua negara saya lihat memang bisa memberikan kejutan di setiap pertandingan. Maka dari itu tugas saya ialah mengingatkan untuk semua pemain terutama di tunggal putra untuk selalu siap di setiap match,” ujar Ihsan.

Meski persaingan ketat, Ihsan optimis dengan persiapan yang telah dilakukan. “Kami optimis bisa memberikan hasil yang terbaik dan memberikan banyak gelar untuk Indonesia,” imbuhnya, menegaskan target tinggi bagi tim Merah Putih.

Di sisi lain, atlet tunggal putra Richie Duta Richardo mengaku antusias dapat berlaga di Pontianak untuk pertama kalinya. “Pastinya senang bisa bermain di sini, karena ini kali pertama saya main di Pontianak. Untuk persiapan sendiri sudah cukup lama dan sudah sangat siap,” katanya. Dengan persiapan matang, Richie bertekad meraih gelar juara keduanya tahun ini.

Atlet putri Jolin Angelia juga menyatakan kesiapannya 100%. Berlatih bersama pemain yang lebih senior di Pelatnas, ia merasa tidak gentar menghadapi lawan di turnamen ini. “Target saya pastinya mau juara, namun saya mau melakukan yang maksimal dulu saja,” ungkap Jolin.

Perhatian khusus tertuju pada Apriyani Rahayu yang akan mencoba peruntungannya di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah. Sebelumnya dikenal sebagai spesialis ganda putri, Apriyani mengakui tantangan baru dalam adaptasi pola permainan dan komunikasi dengan partner putra. “Hal ini memang ini baru buat saya, karena beberapa tahun bermain ganda putri dan kali ini bermain ganda campuran. Waktu junior saya pernah bermain ganda campuran namun karena sudah fokus di ganda putri, jadi ini akan menjadi tantangan buat saya,” jelas Apriyani.

Apriyani juga menyoroti adaptasi pola main di ganda campuran yang berbeda dengan ganda putri, di mana ia harus mengubah rotasi dan cara bermainnya. Untuk mengantisipasi kondisi udara, ia dan rekan-rekannya telah dibekali masker dan vitamin.

Sementara itu, Alexius Ongkytama Subagio, yang sebelumnya meraih runner up di Philippine International Challenge 2026, menjadikan hasil tersebut sebagai motivasi. “Target saya disini pastinya mau lebih baik lagi dari pertandingan sebelumnya dan mau juara pastinya,” kata Alexius. Bersama Taufik Aderya, ia memiliki target jangka panjang untuk menjuarai BWF Super 100.

Bagikan: Facebook X WhatsApp