Sunday, 6 September 2026
BREAKING
BADMINTON

Ganda Campuran Indonesia Gugur di Semifinal POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026

Oleh Wibowo September 6, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Pontianak, 5 September 2026 – Perjalanan dua pasangan ganda campuran Indonesia harus terhenti di babak semifinal POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026. Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti dan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu gagal melaju ke partai puncak turnamen yang digelar di Pontianak.

Pasangan unggulan kelima, Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, takluk dari wakil Tiongkok, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han, dengan skor 18-21, 18-21. Melati Daeva Oktavianti mengakui keunggulan lawan dan pentingnya pelajaran berharga dari pertandingan ini. “Pasti kita semua tahu pemain China, mau junior atau senior, semuanya punya kualitas yang sangat bagus. Ini jadi satu pelajaran buat kami sebagai partner baru. Di permainan tadi kelihatan banget kekurangan kami dimana dan itu yang akan dievaluasi dan diperbaiki ke depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perubahan pola permainan lawan yang tidak dapat mereka adaptasi dengan cepat menjadi kunci kekalahan. “Setelah kami unggul di gim pertama dan kedua, mereka mengubah pola permainan dan kami terlambat beradaptasinya jadi banyak melakukan kesalahan sendiri.” Rehan Naufal Kusharjanto menyatakan kesiapannya untuk terus berbenah. “Untuk sekarang kami belum tahu ke depannya akan seperti apa dan ini baru debut juga. Kita tunggu saja bagaimana keputusan pelatih, yang pasti kami akan fokus terus menutup kekurangan dan menambah kelebihan.”

Nasib serupa dialami oleh Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu yang harus mengakui keunggulan pasangan Tiongkok, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi, dengan skor 16-21, 13-21. Dejan Ferdinansyah mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut, namun melihatnya sebagai modal awal yang positif. “Hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kami, harapan kami, tapi kami sudah mencoba, sebisa kami semaksimal mungkin. Di permainan juga tidak maksimal permainannya, tidak keluar karena mungkin kondisi juga mempengaruhi. Bukan sebuah alasan tapi akhirnya fokusnya hilang-hilang,” tuturnya. Ia membandingkan performa mereka dengan debut pertama di Taipei, dan merasa ada peningkatan signifikan. “Ini modal awal yang baik untuk kami karena kalau kita bandingkan dengan Taipei kemarin saat debut pertama kali. Di sini sangat improve dari persiapan, latihan dan cara main serta fight di lapangan pertandingan juga. Jadi saya sangat senang dengan hasil-hasil yang kami dapat.” Dejan juga sangat mengapresiasi Apriyani Rahayu. “Kami banyak banget dapat pelajaran, evaluasi juga yang bisa kami perbaiki. Kak Apri adalah sosok yang amat patut dicontoh. Daya juang dan semangatnya di lapangan sangat luar biasa dan jiwa belajarnya, jiwa ingin tahunya itu besar banget. Dengan kedewasaannya, kak Apri yang punya titel tapi masih mau belajar, masih mau improve.”

Apriyani Rahayu sendiri mengakui kondisinya yang tidak sepenuhnya prima. “Kondisi saya memang sudah tidak maksimal tapi saya terima kasih untuk Dejan yang selalu mengupayakan yang terbaik di lapangan. Mati-matian sejak kemarin sampai hari ini,” ucapnya. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk perbaikan di masa mendatang. “Sekiranya ini bisa menjadi modal untuk kami terus belajar supaya untuk lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya.”

Bagikan: Facebook X WhatsApp