Gaza, Palestina – Saat musim panas menyapa, warga Gaza kini menghadapi ancaman krisis air bersih dan sanitasi yang kian memburuk. Situasi ini telah dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Palestina bersama dengan sejumlah lembaga bantuan internasional yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pasokan air bersih yang sudah menahun. Menurut data yang dirilis oleh Otoritas Air Pantai Palestina (PCWA), rata-rata ketersediaan air bersih per kapita di Gaza jauh di bawah standar minimum yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 100 liter per hari. “Kami hanya mendapatkan sekitar 10-15 liter air per hari untuk kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi,” ujar seorang warga Gaza yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan realitas pahit yang dialami keluarganya.
Lembaga bantuan seperti UNICEF juga telah berulang kali menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi ini. Dalam laporan terbarunya pada Februari 2024, UNICEF mencatat bahwa lebih dari 90% air yang tersedia di Gaza tidak layak untuk dikonsumsi manusia karena tercemar limbah industri dan pertanian, serta intrusi air laut.
Krisis air ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Tingginya tingkat kontaminasi air menjadi penyebab utama meningkatnya kasus penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare dan kolera. “Kami melihat peningkatan signifikan dalam kasus penyakit pencernaan di pusat-pusat kesehatan kami, terutama di kalangan balita,” kata Dr. Amina Al-Khalil, seorang dokter anak yang bekerja di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara.
Selain itu, infrastruktur air dan sanitasi di Gaza juga berada dalam kondisi memprihatinkan akibat konflik yang berkepanjangan dan blokade yang diberlakukan. Banyak fasilitas pengolahan air dan sistem pemipaan yang rusak parah dan belum mendapatkan perbaikan memadai. “Setiap kali terjadi eskalasi konflik, fasilitas-fasilitas penting ini menjadi sasaran, memperburuk krisis yang sudah ada,” jelas seorang perwakilan dari lembaga kemanusiaan yang berfokus pada penyediaan air bersih di Gaza.
Menghadapi musim panas yang diprediksi akan semakin terik, kekhawatiran akan memburuknya krisis air bersih semakin nyata. Pihak berwenang Palestina dan lembaga bantuan terus menyerukan kepada komunitas internasional untuk memberikan bantuan mendesak, baik dalam bentuk pasokan air bersih, perbaikan infrastruktur, maupun solusi jangka panjang untuk mengatasi akar permasalahan krisis air di Gaza.
