Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Garam 4 Ton Disemai di Langit IKN untuk Atasi Karhutla Kalimantan Timur

Oleh Yohanes August 25, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Sebanyak empat ton garam disebar di langit Kalimantan Timur dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini dilakukan secara intensif sejak Jumat, 21 Agustus, hingga Senin, 24 Agustus 2026, dengan harapan dapat memicu turunnya hujan.

Operasi yang menyasar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya ini menggunakan bahan natrium klorida (NaCl) atau garam sebagai agen penabur. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat proses kondensasi uap air di atmosfer, sehingga memicu pembentukan awan hujan yang lebih lebat dan kemudian turun ke permukaan bumi.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca ini merupakan salah satu langkah mitigasi yang diambil pemerintah. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi karhutla ini. Salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca, di mana garam ini disemai di titik-titik strategis yang berpotensi untuk memicu hujan,” ujar Dwikorita.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bahwa penaburan garam ini dilakukan menggunakan pesawat terbang yang dirancang khusus untuk operasi modifikasi cuaca. Garam tersebut kemudian disebarkan pada ketinggian tertentu di atas lapisan awan yang telah teridentifikasi. Partikel garam ini bertindak sebagai inti kondensasi yang menarik molekul air, sehingga mempercepat pertumbuhan awan dan akhirnya memicu hujan.

Angka empat ton garam yang digunakan dalam operasi ini menunjukkan skala upaya yang dilakukan untuk mengatasi situasi karhutla yang semakin mengkhawatirkan. Selain operasi modifikasi cuaca, pemerintah juga terus mengerahkan tim darat dan udara untuk memadamkan api secara langsung. Upaya gabungan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan laju perluasan karhutla dan memulihkan kondisi lingkungan di Kalimantan Timur.

Meskipun demikian, Dwikorita mengingatkan bahwa efektivitas modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi atmosfer yang ada. “Kami terus memantau perkembangan cuaca. Operasi ini akan terus dilakukan selama kondisi memungkinkan dan dibutuhkan,” tambahnya. Keberhasilan operasi ini juga tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak, termasuk BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI AU.

Bagikan: Facebook X WhatsApp