Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
KESEHATAN

Gangguan Penggunaan Opioid Marak pada Pasien Penyakit Rematik, Pengobatan Masih Minim

Oleh Rini Widiyarti September 1, 2026 43 minutes lalu 0 komentar

Penelitian terbaru mengungkap bahwa gangguan penggunaan opioid merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada pasien yang menderita penyakit rematik. Namun, ironisnya, hanya kurang dari 15% pasien dengan kondisi ini yang menerima pengobatan untuk mengatasi gangguan penggunaan opioid tersebut. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Arthritis Care & Research.

Tingginya resep opioid untuk pasien penyakit rematik sudah menjadi pengetahuan umum. Dibandingkan dengan populasi umum, pasien dengan kondisi rematik lebih rentan diresepkan opioid. Akan tetapi, pemahaman mengenai gangguan penggunaan opioid pada kelompok pasien ini masih sangat terbatas.

Jacob S. Riegler, MD, MBA, MSBE, seorang rekanan reumatologi di bagian ilmu klinis dan divisi reumatologi, inflamasi, dan imunitas di Brigham and Women’s Hospital, menjelaskan bahwa ada kesenjangan yang signifikan antara prevalensi gangguan penggunaan opioid dan akses terhadap pengobatan yang memadai. “Pasien dengan kondisi rematik diresepkan opioid pada tingkat yang lebih tinggi daripada populasi umum, namun kita tahu sangat sedikit tentang gangguan penggunaan opioid dalam kelompok ini,” ujar Riegler.

Data yang dipublikasikan dalam Arthritis Care & Research ini menyoroti urgensi untuk meningkatkan kesadaran dan intervensi pada pasien rematik yang mungkin berisiko mengalami gangguan penggunaan opioid. Mengingat penggunaan opioid yang lebih tinggi di kalangan mereka, penting untuk memantau dan menawarkan dukungan yang tepat untuk mencegah serta mengobati kondisi ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp