Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Fenomena Budaya Anak Muda: Aura Battles, Meme Kucing Nakal, hingga Pheromone Maxxing

Oleh Heni Maulidya September 1, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Dunia budaya anak muda kembali diramaikan oleh tren-tren unik yang terkadang membingungkan orang dewasa. Mulai dari ‘aura battles’ yang menguji karisma, meme The Cat in the Hat yang memicu kekhawatiran, hingga praktik ‘pheromone maxxing’ yang berlandaskan pada bau badan. Meskipun seringkali terlihat tidak masuk akal, tren-tren ini pada dasarnya mencerminkan kreativitas dan cara generasi muda berekspresi, yang dampaknya tidak separah kebodohan orang dewasa yang memiliki konsekuensi nyata.

Salah satu fenomena yang sedang naik daun adalah ‘aura battles’. Bagi Generasi Z dan Alpha, ‘aura’ diartikan sebagai keren atau karisma, mirip dengan istilah ‘rizz’. Sebuah ‘aura battle’ adalah kontes publik di mana individu dengan ‘aura’ terbanyak, yang dinilai berdasarkan reaksi penonton atau kolom komentar, dinyatakan sebagai pemenang. Konsep ini menyerupai pertempuran breakdance atau rap, namun tanpa keahlian teknis yang spesifik. Tren ini dilaporkan bermula di Amerika Latin pada awal tahun 2026 dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, termasuk baru-baru ini di Amerika Serikat. Contohnya, pada akhir pekan lalu di New York, acara yang diklaim sebagai ‘kejuaraan aura Amerika pertama’ mempertemukan dua kontestan, Mr. Poo Poo dan Latavious Quavious.

Meskipun pengamatan awal terhadap ‘aura battles’ menunjukkan banyak peserta hanya meniru tarian meme yang kurang sempurna, ada potensi bahwa ini bisa berkembang menjadi bentuk ekspresi artistik otentik dari jiwa generasi muda. Jika demikian, momen seperti final kejuaraan aura Amerika pertama ini bisa disejajarkan dengan sejarah ketika DJ Kool Herc pertama kali memutar breakbeat. Viral video minggu ini menampilkan babak final dari ajang tersebut.

Di sisi lain, meme yang terinspirasi dari karakter The Cat in the Hat telah memicu peringatan internasional dan bahkan investigasi FBI. Video yang seringkali dihasilkan oleh AI, menampilkan karakter Kucing Berjubah dengan pesan-pesan samar dan musik menyeramkan, telah memicu rumor online tentang seorang pembunuh berantai. Meskipun tidak ada bukti pembunuh berantai, tren ini berujung pada insiden nyata. Di Constantine, Michigan, seorang pengguna bernama ‘catinthehat’ dilaporkan mengeluarkan ancaman terhadap siswa tertentu, yang mendorong keterlibatan polisi negara bagian dan FBI. Namun, respons otoritas global yang mengunci sekolah dan meningkatkan patroli polisi hanya karena meme dianggap sebagian kalangan sebagai reaksi yang berlebihan.

Melengkapi daftar fenomena unik minggu ini adalah ‘pheromone maxxing’. Istilah ‘-maxxing’ merujuk pada melakukan sesuatu secara berlebihan, dan ‘pheromone maxxing’ berarti mencoba memengaruhi perilaku orang lain melalui aroma tubuh. Praktik ini diyakini di kalangan pemuda, terutama dalam komunitas ‘looksmaxxing’, di mana beberapa pria dilaporkan sengaja tidak mandi dan tidak mencuci pakaian dengan harapan menarik perhatian wanita. Meskipun ada klaim dari beberapa influencer yang menganjurkan praktik ini, respons online mayoritas cenderung negatif. Secara ilmiah, meskipun manusia memang menghasilkan bau kimia terkait kondisi emosional, hal itu tidak sama dengan feromon pada hewan, dan minimnya kebersihan tidak terbukti efektif dalam menarik pasangan.

Sementara itu, film animasi Australia tahun 2025 berjudul Lesbian Space Princess (LSP) secara mengejutkan berhasil menyatukan berbagai fandom online. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Emma Hough Hobbs dan Leela Varghese ini bercerita tentang Putri Saira dari planet Clitopolis yang melawan ‘Straight White Maliens’. Meskipun mendapatkan rating positif 98% di Rotten Tomatoes, film ini kurang dikenal di luar Australia. Namun, baru-baru ini, klip-klip dari film tersebut mulai beredar online dan menjadi bahan pembicaraan banyak kalangan. Kelompok sayap kanan mengkritiknya sebagai media yang ‘terlalu woke’, sementara kelompok kiri menganggapnya terlalu gamblang dan tidak lucu. Fandom lain, seperti penggemar Hazbin Hotel dan Marvel, juga ikut mengkritik LSP karena dianggap lebih buruk dari karya favorit mereka. Hal ini kemudian memunculkan meme seperti ‘Just this Once’, yang menunjukkan bagaimana berbagai fandom mulai menemukan kesamaan dalam ketidaksetujuan mereka terhadap film tersebut. Fenomena ini bahkan diklaim membawa ‘Perdamaian Dunia 2026’, menyatukan penggemar Naruto dan One Piece, serta penggemar sepak bola dan futbol.

Bagikan: Facebook X WhatsApp