Friday, 4 September 2026
BREAKING
DUNIA

Etika Patungan Kantor: Berapa Sebaiknya Uang yang Dikeluarkan?

Oleh Rini Widiyarti September 4, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Patungan di lingkungan kerja atau yang dikenal sebagai ‘whip-round’, merupakan praktik umum yang kerap menimbulkan pertanyaan canggung mengenai nominal yang pantas. Fenomena ini, meskipun sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan profesional, sering kali memicu dilema bagi karyawan.

Sebuah survei yang dilakukan oleh situs lowongan kerja, CV-Library, mengungkap bahwa sebagian besar pekerja, atau 63%, merasa tertekan untuk memberikan sumbangan, meskipun mereka tidak memiliki dana yang cukup. Survei ini melibatkan 1.200 responden dari berbagai sektor industri.

Lebih lanjut, data dari CV-Library menunjukkan bahwa satu dari sepuluh karyawan bahkan sampai berutang untuk memenuhi kewajiban patungan ini. Situasi ini menggarisbawahi betapa sensitifnya isu patungan di kantor, terlebih ketika menyangkut kebutuhan mendesak seperti hadiah pernikahan, ulang tahun, atau bahkan kepergian rekan kerja.

Menanggapi fenomena ini, seorang ahli etiket, Liz Bampton, memberikan pandangannya. Ia menyarankan bahwa tidak ada aturan baku mengenai jumlah yang harus diberikan. Namun, ia menekankan pentingnya untuk tetap memberikan kontribusi, sekecil apapun itu, sebagai bentuk apresiasi. “Bahkan jika Anda hanya bisa menyumbang satu atau dua pound, itu tetap menunjukkan bahwa Anda peduli,” ujar Bampton.

Bampton juga menyoroti bahwa frekuensi patungan bisa menjadi faktor penentu. Jika patungan sering terjadi, maka nominal yang diberikan bisa lebih kecil. Sebaliknya, untuk acara yang lebih besar atau lebih jarang, nominal yang lebih besar mungkin lebih sesuai. Ia menambahkan, “Jika ada acara besar, seperti pernikahan, Anda mungkin ingin menyumbang lebih banyak.”

Survei CV-Library juga mengidentifikasi bahwa sebagian besar pekerja, yaitu 59%, percaya bahwa perusahaan seharusnya menetapkan pedoman mengenai patungan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kejelasan dan mengurangi tekanan yang dirasakan oleh karyawan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp