Amerika Serikat mencatat adanya kesenjangan signifikan dalam pelaksanaan skrining kanker rutin. Data analisis survei nasional menunjukkan bahwa orang dewasa penyandang disabilitas memiliki kemungkinan jauh lebih kecil untuk menjalani prosedur skrining dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki disabilitas.
Kesenjangan terbesar terlihat pada individu dengan disabilitas yang memengaruhi kemandirian dalam perawatan diri, seperti kesulitan berpakaian atau mandi. Lebih lanjut, prevalensi skrining menunjukkan tren penurunan seiring dengan meningkatnya tingkat kesulitan yang dialami akibat disabilitas.
Sebagai ilustrasi, orang dewasa yang melaporkan kesulitan berat dalam perawatan diri memiliki kemungkinan 37% lebih rendah untuk menjalani skrining kanker serviks. Angka ini bahkan lebih mencolok pada skrining kanker payudara, di mana kemungkinan mereka menjalani prosedur tersebut tercatat 31% lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa tanpa disabilitas.
Temuan ini menggarisbawahi tantangan aksesibilitas dan kesadaran yang perlu diatasi. Perluasan jangkauan program skrining dan dukungan yang lebih komprehensif bagi penyandang disabilitas menjadi krusial untuk memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan preventif yang sama.
