Thursday, 10 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Digitalisasi Bansos Target Rampung Oktober 2026, Hemat Anggaran Rp1.200 Triliun

Oleh Yohanes September 10, 2026 51 minutes lalu 0 komentar

Pemerintah Indonesia berencana mempercepat proses digitalisasi bantuan sosial (bansos), dengan target 80 persen penyaluran program ini akan selesai secara digital pada Oktober 2026. Langkah ini diharapkan mampu menghemat anggaran negara secara signifikan, diperkirakan mencapai Rp1.200 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan optimismenya terhadap efektivitas digitalisasi dalam pengelolaan bansos. “Kita akan terus dorong itu, targetnya 80 persen di Oktober 2026,” ujar Luhut dalam sebuah kesempatan.

Ia memaparkan bahwa digitalisasi bansos merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan sistem penyaluran yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan dapat meminimalkan potensi kebocoran, pungutan liar, dan penyalahgunaan dana bantuan sosial. Penghematan anggaran sebesar Rp1.200 triliun disebut sebagai potensi keuntungan besar dari implementasi penuh sistem ini.

Proses digitalisasi ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pendataan penerima manfaat, verifikasi, hingga penyaluran bantuan. Diharapkan dengan sistem yang terintegrasi dan terkomputerisasi, data penerima bansos akan lebih akurat dan terkini, sehingga bantuan dapat tepat sasaran.

Lebih lanjut, Luhut menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran transisi menuju digitalisasi bansos. Koordinasi yang baik akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Selain efisiensi anggaran, digitalisasi bansos juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat penerima bantuan. Kemudahan akses informasi dan pelaporan, serta proses pencairan yang lebih cepat, merupakan beberapa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp