Friday, 11 September 2026
BREAKING
KESEHATAN

CT Scan Rutin Tak Tingkatkan Hasil Pasien Nyeri Dada Tanpa Serangan Jantung

Oleh Rini Widiyarti September 11, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

PemeriksaanComputed Tomography (CT) scan koroner rutin pada pasien dengan nyeri dada akut yang dipastikan tidak mengalami serangan jantung koroner (MI) ternyata tidak memberikan manfaat dalam mengurangi risiko MI di masa mendatang atau kematian kardiovaskular (CV). Hasil ini terungkap dari uji coba TARGET-CTCA yang dipresentasikan di European Society of Cardiology Congress dan diterbitkan bersamaan di The New England Journal of Medicine.

Studi tersebut melibatkan 3.170 pasien dari 14 rumah sakit di Inggris. Pasien yang direkrut memiliki usia rata-rata 61 tahun, dengan 30,2% di antaranya adalah perempuan. Mereka datang dengan keluhan nyeri dada akut, namun hasil tes troponin kardiak sensitivitas tinggi menunjukkan tidak ada tanda-tanda serangan jantung. Meskipun demikian, para peneliti menganggap mereka berisiko, sehingga menjalani investigasi lebih lanjut.

Para peneliti secara acak membagi pasien menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menjalani pemeriksaan CT angiography koroner rutin, sementara kelompok kedua menerima perawatan standar. Perbandingan hasil antara kedua kelompok inilah yang menjadi fokus utama TARGET-CTCA.

Setelah periode tindak lanjut, data menunjukkan bahwa kelompok yang menjalani CT angiography koroner rutin tidak menunjukkan penurunan risiko MI maupun kematian CV dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima perawatan standar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada populasi pasien spesifik ini, penambahan CT scan koroner secara rutin tidak menambah nilai klinis dalam pencegahan kejadian kardiovaskular di kemudian hari.

Dr. David Begley, seorang peneliti utama dalam studi ini, menyatakan, “Temuan kami menunjukkan bahwa pada pasien yang telah dipastikan tidak mengalami MI, pemeriksaan CT angiography koroner rutin tidak memberikan manfaat tambahan dalam mengurangi kejadian MI atau kematian kardiovaskular di masa depan. Ini penting untuk dipertimbangkan dalam praktik klinis sehari-hari.” Kutipan ini menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan perlu didasarkan pada bukti yang kuat mengenai manfaatnya.

Lebih lanjut, studi ini juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi risiko yang cermat pada pasien nyeri dada. Meskipun troponin kardiak sensitivitas tinggi telah menjadi alat diagnostik yang krusial dalam menyingkirkan MI akut, identifikasi pasien yang tetap berisiko memerlukan strategi yang lebih terarah. Hasil TARGET-CTCA memberikan panduan berharga bagi para klinisi dalam mengelola pasien nyeri dada tanpa MI, menekankan bahwa intervensi diagnostik tambahan seperti CT scan koroner rutin mungkin tidak selalu menjadi pilihan yang paling efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp