Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS) mengumumkan rencana pemotongan gaji dokter sebesar 1,68% untuk tahun anggaran 2027. Bagi dokter yang berpartisipasi dalam model pembayaran alternatif yang memenuhi syarat, pemotongan yang diusulkan adalah sebesar 1,19%. Pengumuman ini berdasarkan lembar fakta yang dirilis oleh CMS, memicu kekhawatiran mendalam dari American College of Radiology (ACR) yang menyebut situasi ini sebagai ‘titik kritis’ bagi para praktisi medis.
Jadwal Biaya Dokter Medicare (PFS) yang diproyeksikan untuk tahun 2027, yang diungkapkan oleh CMS pada 14 Juli lalu, mencakup faktor konversi sebesar $33,17 bagi dokter yang mengikuti model pembayaran alternatif yang memenuhi syarat (APM). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar $0,40 atau 1,19% dari faktor konversi saat ini yang sebesar $33,57. Sementara itu, faktor konversi bagi yang tidak memenuhi syarat APM dalam aturan baru ini akan menjadi $32,84.
Keputusan CMS ini menuai kritik tajam dari ACR. Ketua ACR, Dr. Robert J. Nakatani, dalam sebuah pernyataan tertulisnya, mengecam keras usulan pemotongan ini. “Kami berada di titik kritis. Pemotongan yang diusulkan ini tidak berkelanjutan dan akan berdampak buruk pada kemampuan penyedia layanan kesehatan untuk memberikan perawatan berkualitas tinggi kepada pasien Medicare,” ujar Dr. Nakatani.
Menurut ACR, pemotongan gaji ini akan semakin memperburuk tantangan finansial yang sudah dihadapi oleh banyak praktik radiologi, terutama yang berukuran kecil dan menengah. Kenaikan biaya operasional, inflasi, serta kebutuhan untuk investasi teknologi medis yang terus berkembang, membuat margin keuntungan semakin menipis. Pemotongan gaji Medicare, yang merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak dokter, dikhawatirkan akan memaksa praktik-praktik ini untuk mengurangi staf, menunda investasi, atau bahkan menutup layanan.
Lebih lanjut, ACR menekankan bahwa pemotongan gaji dokter ini tidak sejalan dengan upaya peningkatan kualitas perawatan pasien. “Kami terus didorong untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan hasil pasien, namun pada saat yang sama, kami menghadapi pemotongan imbalan. Ini adalah kontradiksi yang tidak dapat diterima,” tambah Dr. Nakatani. Organisasi tersebut mendesak CMS untuk mempertimbangkan kembali usulan pemotongan ini dan mencari solusi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi para dokter yang melayani pasien Medicare.
