Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Cedera Bahu Kiri: Penanganan Fraktur Tuberositas Mayor dengan Operasi Minimal Invasif

Oleh Rini Widiyarti July 29, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Seorang kontraktor beton berusia 37 tahun yang dominan tangan kanan, tanpa riwayat medis signifikan, menjalani evaluasi di klinik ortopedi rawat jalan akibat nyeri bahu kiri yang timbul setelah cedera akut. Insiden terjadi enam hari sebelum kunjungan klinis, saat ia bergulat dengan saudaranya.

Tiga hari pasca-cedera, pasien mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) untuk evaluasi awal. Hasil radiograf tiga pandangan pada bahu kiri menunjukkan adanya fraktur tuberositas mayor bahu kiri yang terisolasi dan tertutup, dengan pergeseran sekitar 9 mm. Tidak ada dislokasi glenohumeral yang terdeteksi. Setelah itu, pasien dipasangi sling.

Karena pergeseran yang signifikan, keputusan diambil untuk melakukan tindakan arthroscopic reduction and internal fixation. Prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan posisi tulang yang bergeser dan menstabilkannya menggunakan implan, sambil meminimalkan trauma pada jaringan sekitarnya.

Operasi arthroscopic reduction and internal fixation ini merupakan pilihan penanganan yang efektif untuk fraktur tuberositas mayor bahu dengan pergeseran, terutama pada pasien yang aktif dan memiliki harapan pemulihan fungsional yang baik. Teknik minimal invasif ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan mengurangi risiko komplikasi pasca-operasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp