Monday, 31 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Batas Aman Kopi: Studi Temukan Takaran Ideal untuk Reduksi Stres

Oleh Muzairi M August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru telah mengidentifikasi jumlah konsumsi kopi yang optimal untuk membantu mengurangi tingkat stres. Temuan ini mengindikasikan bahwa kopi kini memiliki peran lebih dari sekadar peningkat energi atau penangkal kantuk, melainkan juga dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutritional Neuroscience ini menunjukkan bahwa minum kopi dalam jumlah moderat, yakni sekitar 3 hingga 4 cangkir per hari, dikaitkan dengan penurunan risiko depresi. Angka ini mengacu pada konsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer yang berlebihan.

Para peneliti dari University of Coimbra di Portugal menganalisis data dari 12.566 partisipan dalam National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) di Amerika Serikat. Mereka menemukan korelasi signifikan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental.

“Kopi, yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti kafein dan polifenol, telah terbukti memiliki efek neuroprotektif dan anti-inflamasi,” ujar Dr. Rui Garcia, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut. Ia menambahkan, “Temuan kami memberikan bukti lebih lanjut mengenai potensi manfaat kopi untuk kesehatan mental, khususnya dalam mengurangi gejala stres dan depresi.

Studi ini membandingkan individu yang mengonsumsi kopi dengan mereka yang tidak. Hasilnya, partisipan yang minum 3-4 cangkir kopi sehari dilaporkan memiliki tingkat stres dan risiko depresi yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak minum kopi sama sekali atau mengonsumsinya dalam jumlah sangat sedikit.

Namun, para ahli menekankan pentingnya moderasi. Konsumsi kopi berlebihan dapat menimbulkan efek samping negatif seperti kecemasan, gangguan tidur, dan peningkatan detak jantung. Oleh karena itu, keseimbangan adalah kunci untuk meraih manfaat kopi tanpa menimbulkan masalah kesehatan baru. Studi ini juga mencatat bahwa efek kopi dapat bervariasi antarindividu, tergantung pada faktor genetik dan gaya hidup.

Bagikan: Facebook X WhatsApp