Saturday, 29 August 2026
BREAKING
DUNIA

Banjir Bandang Tibet Meluas, Informasi Terbatas di Tiongkok

Oleh Rini Widiyarti August 29, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Sejumlah rekaman dramatis dari bencana banjir bandang yang mematikan di Tibet justru tertutup dari pandangan publik di Tiongkok. Hingga kini, informasi mengenai korban dan dampak luas bencana tersebut masih sangat minim diketahui.

Banjir bandang dahsyat melanda Tibet pada awal Agustus 2023, menewaskan sedikitnya 22 orang dan menyebabkan 16 lainnya hilang. Peristiwa ini terjadi setelah hujan lebat memicu luapan Sungai Keqi di wilayah Chamdo, Tibet.

Pemerintah Tiongkok dilaporkan telah melakukan upaya penanggulangan dan pencarian korban. Namun, akses terhadap informasi dan citra dari lokasi kejadian sangat dibatasi. Sebagian besar rekaman yang menunjukkan skala kehancuran dan penderitaan korban tidak dipublikasikan di media Tiongkok.

Seorang pejabat penyelamat yang tidak disebutkan namanya kepada media mengatakan, “Situasi di lapangan masih belum jelas.” Pernyataannya ini menggarisbawahi minimnya informasi yang tersedia mengenai jumlah pasti korban dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir.

Rekaman video yang beredar di media sosial luar Tiongkok menunjukkan gambar-gambar mengerikan. Salah satu video, yang diklaim diambil pada 8 Agustus 2023, memperlihatkan aliran air deras yang menghancurkan rumah-rumah dan menyeret kendaraan. Video lain menunjukkan tim penyelamat yang berjuang menembus lumpur tebal untuk mencari korban selamat.

Penyensoran informasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi pemerintah Tiongkok dalam menghadapi bencana alam. Tanpa akses publik terhadap informasi yang lengkap, dunia luar kesulitan untuk memahami sepenuhnya skala tragedi yang menimpa masyarakat Tibet dan memberikan bantuan yang mungkin dibutuhkan.

Pihak berwenang Tiongkok belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pembatasan publikasi rekaman banjir tersebut. Namun, praktik ini konsisten dengan upaya pemerintah Tiongkok dalam mengontrol narasi media, terutama terkait peristiwa yang dapat menimbulkan citra negatif atau memicu ketidakpuasan publik.

Hingga kini, nasib 16 orang yang dilaporkan hilang masih belum diketahui. Upaya pencarian terus dilakukan di tengah kondisi medan yang sulit dan potensi bencana susulan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp