Banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal baru-baru ini, dipicu oleh runtuhnya gletser, telah mendorong India untuk segera memperketat pengawasan terhadap gletser-gletser di kawasan Himalaya. Peristiwa tragis ini menekankan kembali pentingnya pemantauan intensif terhadap kondisi gletser dan danau gletser yang berpotensi memicu bencana serupa di wilayah pegunungan yang luas.
Pihak berwenang India telah mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan upaya pemantauan di sepanjang bentangan Himalaya. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap insiden banjir bandang di Nepal, yang diperkirakan terjadi pada tanggal 15 Oktober 2023, meskipun tanggal pasti dan penyebab spesifik runtuhnya gletser masih dalam penyelidikan. Gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada 3 November 2023 dengan magnitudo 6,4 juga dikhawatirkan dapat memicu longsoran salju dan gletser susulan.
Menteri Sumber Daya Air India, Gajendra Singh Shekhawat, dalam sebuah pernyataan pada 17 November 2023, menegaskan kembali komitmen negaranya untuk memprioritaskan pemantauan gletser dan danau gletser. “Kami menganggap pemantauan gletser dan danau gletser sangat penting,” ujar Shekhawat, menggarisbawahi urgensi dalam memahami dinamika perubahan iklim yang mempengaruhi massa es di Himalaya.
Pengawasan yang ditingkatkan ini mencakup penggunaan teknologi canggih untuk mendeteksi perubahan volume gletser, pergerakan es, serta pemantauan pertumbuhan danau gletser yang terbentuk akibat pencairan es. Danau-danau gletser ini, jika tidak dipantau secara ketat, dapat menjadi sumber bahaya besar ketika dinding pembatasnya runtuh, menyebabkan banjir bandang atau letusan danau gletser (GLOFs) yang menghancurkan. India juga dilaporkan telah meningkatkan koordinasi dengan negara-negara tetangga, termasuk Nepal, untuk berbagi data dan informasi terkait kondisi gletser di kawasan Himalaya.
Selain itu, India juga tengah mengembangkan dan mengaplikasikan sistem peringatan dini yang lebih efektif untuk mendeteksi potensi bencana alam yang berasal dari aktivitas gletser. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang India untuk mitigasi risiko bencana di wilayah pegunungan yang sensitif terhadap perubahan iklim.
