Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Baby Walker Justru Berisiko, Tak Bantu Bayi Lebih Cepat Melangkah

Oleh Muzairi M July 21, 2026 6 hours lalu 0 komentar

Penggunaan baby walker ternyata tidak memberikan manfaat dalam mempercepat kemampuan berjalan bayi, bahkan justru dapat meningkatkan risiko cedera. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa alat bantu jalan ini tidak terbukti efektif dalam mendorong perkembangan motorik kasar bayi untuk berjalan lebih cepat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics ini menyoroti bahwa anggapan umum yang mengaitkan baby walker dengan kemampuan berjalan yang lebih dini pada bayi adalah keliru. Sebaliknya, para ahli menemukan bahwa penggunaan baby walker justru berpotensi menimbulkan bahaya.

Data dari studi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan baby walker cenderung memulai langkah pertamanya pada usia yang sama, atau bahkan sedikit lebih lambat, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menggunakannya. Hal ini membantah keyakinan banyak orang tua bahwa baby walker dapat mempercepat proses belajar berjalan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, studi ini mengidentifikasi adanya peningkatan signifikan pada risiko cedera yang dialami bayi akibat penggunaan baby walker. Cedera yang paling umum dilaporkan meliputi jatuh dari tangga, terpapar benda panas, keracunan, serta cedera kepala dan patah tulang. Tingkat keparahan cedera ini bervariasi, namun beberapa kasus dilaporkan memerlukan perawatan medis serius.

Dr. Marilyn J. Bull, salah satu penulis studi dari Indiana University School of Medicine, menegaskan, “Orang tua harus sadar bahwa baby walker tidak hanya tidak membantu bayi berjalan lebih cepat, tetapi juga dapat membahayakan.” Pernyataan ini menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya yang tersembunyi di balik penggunaan alat yang sering dianggap membantu ini.

Studi ini mengacu pada data dari National Electronic Injury Surveillance System (NEISS) yang mencatat insiden cedera terkait produk konsumen di Amerika Serikat. Antara tahun 1990 hingga 2014, NEISS melaporkan rata-rata 2.200 kunjungan unit gawat darurat per tahun akibat cedera yang berhubungan dengan baby walker pada bayi di bawah usia 15 bulan.

Meskipun beberapa negara seperti Kanada telah melarang penjualan dan impor baby walker sejak tahun 2004 karena masalah keamanan, di negara lain alat ini masih banyak beredar. Para peneliti menyarankan agar orang tua mempertimbangkan alternatif lain yang lebih aman untuk mendukung perkembangan motorik bayi, seperti area bermain yang aman dan pengawasan langsung.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait