Monday, 31 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Aterosklerosis Senyap Mengintai Lebih dari Setengah Orang Dewasa Sehat di Eropa

Oleh Rini Widiyarti August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah studi baru yang mengejutkan mengungkap bahwa lebih dari separuh orang dewasa yang dianggap sehat di Denmark dan Spanyol memiliki aterosklerosis yang terdeteksi secara senyap di tiga area pembuluh darah. Temuan ini bahkan mencakup hampir 9% pria dan 7% wanita berusia 18 hingga 29 tahun, menunjukkan betapa luasnya penyakit ini menyerang populasi yang tampaknya tak berisiko.

Data ini dipresentasikan dalam sebuah konferensi pers di European Society of Cardiology Congress oleh Dr. Henning Bundgaard dari departemen kardiologi, The Heart Center, Rigshospitalet, Copenhagen University Hospital, Denmark. “Lebih dari separuh populasi studi yang terdiri dari 16.808 individu sehat berusia 18 hingga 70 tahun memiliki aterosklerosis,” ujar Dr. Bundgaard. Ia menambahkan, “Ini adalah penyakit yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius di kemudian hari.”

Aterosklerosis, yang sering disebut sebagai pengerasan arteri, adalah kondisi di mana plak menumpuk di dinding arteri, mempersempit dan mengeraskannya. Penumpukan plak ini dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya. Yang mengkhawatirkan dari temuan studi ini adalah bahwa aterosklerosis tersebut terdeteksi tanpa adanya gejala yang jelas, menjadikannya ‘senyap’ dan berpotensi tidak terdiagnosis hingga menyebabkan komplikasi.

Penelitian yang mengamati tiga wilayah vaskular ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang prevalensi aterosklerosis. Wilayah vaskular yang dimaksud mencakup arteri di kepala dan leher, dada, serta perut. Deteksi melalui pencitraan memungkinkan para peneliti untuk mengidentifikasi adanya plak bahkan pada tahap awal perkembangannya.

Angka yang mengkhawatirkan terlihat pada kelompok usia muda. Sekitar 9% pria dan 7% wanita berusia 18 hingga 29 tahun yang berpartisipasi dalam studi ini ternyata telah mengembangkan aterosklerosis. Fakta ini menyoroti perlunya evaluasi ulang terhadap faktor risiko dan strategi pencegahan penyakit kardiovaskular, terutama pada populasi yang lebih muda yang mungkin menganggap diri mereka kebal terhadap kondisi ini.

Studi ini melibatkan total 16.808 individu sehat yang berusia antara 18 hingga 70 tahun. Pengumpulan data dan analisis dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana aterosklerosis dapat berkembang bahkan pada individu yang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit kardiovaskular. Temuan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran yang lebih besar dan intervensi dini untuk mengelola risiko aterosklerosis di kalangan masyarakat luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp