Thursday, 10 September 2026
BREAKING
DUNIA

Asap Karhutla Kalimantan Landa Filipina, Kualitas Udara di Koronadal Berbahaya

Oleh Heni Maulidya September 10, 2026 46 minutes lalu 0 komentar

Kualitas udara di Kota Koronadal, Filipina, dilaporkan memburuk drastis hingga masuk kategori berbahaya pada Senin, 8 September. Kondisi ini disebabkan oleh dampak asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan, Indonesia.

Berdasarkan pantauan, tingkat polusi udara di Koronadal mencapai level yang mengkhawatirkan, memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Asap yang melintasi perbatasan ini menjadi bukti nyata bagaimana bencana lingkungan di satu negara dapat berdampak langsung pada negara tetangga.

Pemerintah setempat melalui Badan Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR) telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat. Kepala Stasiun Cuaca Koronadal, Juanito Gazo, menyatakan bahwa konsentrasi partikel halus di udara sangat tinggi. “Partikel-partikel ini sangat kecil dan dapat masuk ke dalam paru-paru, menyebabkan berbagai masalah pernapasan,” ujar Gazo.

Dampak langsung dari memburuknya kualitas udara ini terasa oleh warga. Banyak yang mengeluhkan iritasi mata, hidung tersumbat, dan kesulitan bernapas. “Saya sudah merasakan tenggorokan gatal sejak pagi tadi. Sepertinya asapnya sudah sampai sini,” keluh seorang warga Koronadal yang enggan disebutkan namanya.

Pihak berwenang mengimbau warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker, terutama jenis N95, sangat direkomendasikan bagi mereka yang terpaksa keluar rumah. Selain itu, disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.

Karhutla di Kalimantan sendiri dilaporkan masih terus berlangsung di beberapa titik. Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi di Indonesia, namun luasnya area kebakaran dan kondisi cuaca yang kering menjadi tantangan tersendiri. Dampak asap lintas batas ini kembali menyoroti urgensi penanganan karhutla secara efektif dan berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp