Saturday, 25 July 2026
BREAKING
DUNIA

AS Panggil Dubes Malaysia Pasca PM Anwar Tegaskan Larangan Warga Israel Masuk

Oleh Heni Maulidya July 25, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Amerika Serikat memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS sebagai respons atas pernyataan tegas Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang melarang warga negara Israel memasuki wilayah Malaysia. Langkah ini diambil menyusul serangkaian pernyataan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia terkait isu Israel-Palestina.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara konsisten menyuarakan penolakannya terhadap tindakan Israel di Palestina. Sikap tegas ini kembali dipertegas dengan larangan masuk bagi seluruh warga negara Israel ke Malaysia, sebuah kebijakan yang telah berlaku sejak tahun 2002 dan kini kembali ditegaskan oleh pemerintahannya. Keputusan ini mencakup larangan bagi warga negara Israel untuk memasuki Malaysia, tanpa terkecuali.

Panggilan duta besar Malaysia ke Washington oleh pihak AS ini menunjukkan adanya dinamika diplomatik yang cukup signifikan. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci alasan spesifik pemanggilan tersebut, namun konteksnya sangat kental berkaitan dengan pernyataan PM Anwar Ibrahim yang menentang kebijakan Israel dan larangan masuk bagi warga negaranya. Pernyataan Anwar Ibrahim sebelumnya telah menekankan bahwa larangan masuk bagi warga negara Israel merupakan kebijakan yang telah lama diterapkan oleh Malaysia dan akan terus dipertahankan.

Anwar Ibrahim sendiri pernah menyatakan, “Malaysia tidak akan pernah mengakui Israel, dan kami juga tidak akan mengizinkan warga negara Israel untuk datang ke sini.” Pernyataan ini diucapkannya saat mengomentari kontroversi terkait tim sepak bola Israel yang rencananya akan bertanding di Malaysia untuk kualifikasi Piala Dunia 2022, yang akhirnya dibatalkan. Keputusan pembatalan ini sejalan dengan kebijakan larangan masuk bagi warga negara Israel yang telah lama dipegang teguh oleh Malaysia.

Langkah Malaysia untuk melarang warga Israel masuk ke negaranya ini bukanlah hal baru. Kebijakan tersebut sudah ada sejak tahun 2002 dan terus dipertahankan oleh pemerintahan saat ini. Keputusan ini mencerminkan sikap politik Malaysia yang konsisten dalam mendukung perjuangan Palestina dan menentang tindakan Israel di wilayah pendudukan. Pemanggilan duta besar Malaysia ke AS oleh Washington, meski tidak dirinci, patut dicermati sebagai bagian dari respons internasional terhadap kebijakan luar negeri Malaysia yang kian tegas dalam isu Israel-Palestina.

Bagikan: Facebook X WhatsApp