Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Minggu (19/7), menandai hari kedelapan berturut-turut aksi militer tersebut. Serangan yang terus berlanjut ini menimbulkan pertanyaan mengenai eskalasi ketegangan antara kedua negara.
Detail mengenai sasaran spesifik dari serangan pada Minggu malam ini belum dirilis secara resmi oleh Pentagon. Namun, laporan awal mengindikasikan bahwa serangan tersebut merupakan kelanjutan dari operasi yang telah dimulai sejak Minggu, 12 Juli. Sumber-sumber di kalangan militer AS menyatakan bahwa serangan-serangan ini ditujukan untuk mengganggu dan menghancurkan infrastruktur militer Iran yang dianggap mengancam kepentingan AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, pada hari ketujuh serangan, Sabtu (18/7), juru bicara Pentagon, Kolonel John Smith, menegaskan komitmen AS untuk menjaga stabilitas regional. “Kami tidak akan mentolerir tindakan provokatif yang mengancam keamanan personel kami atau sekutu kami. Operasi ini dirancang untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujar Kolonel Smith dalam sebuah pernyataan pers.
Serangkaian serangan ini dilaporkan telah berhasil melumpuhkan beberapa fasilitas yang diyakini digunakan oleh Garda Revolusi Iran. Meskipun AS mengklaim operasi ini bersifat defensif dan terukur, Iran melalui Kementerian Luar Negerinya mengecam keras tindakan AS, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan agresi yang tidak dapat dibenarkan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, dalam konferensi pers pada Jumat (17/7) menyatakan, “Tindakan sembrono Amerika Serikat akan dibalas dengan tegas. Kami akan melindungi kedaulatan kami dengan segala cara yang diperlukan.”
Pihak AS sendiri belum memberikan informasi rinci mengenai korban jiwa atau kerusakan material di pihak Iran akibat serangan-serangan tersebut. Namun, laporan intelijen yang beredar menyebutkan bahwa beberapa anggota milisi yang terafiliasi dengan Iran telah menjadi korban. Situasi di perbatasan kedua negara dilaporkan meningkat, dengan peningkatan kewaspadaan dari kedua belah pihak.
