Thursday, 23 July 2026
BREAKING
DUNIA

AS Gempur Lagi Iran, Bidik Pangkalan Minyak di Selat Hormuz

Oleh Heni Maulidya July 23, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran, menargetkan fasilitas minyak di Pulau Larak yang berlokasi strategis di Selat Hormuz. Tindakan ini merupakan eskalasi terbaru dalam ketegangan yang meningkat antara kedua negara.

Sumber militer Amerika Serikat mengonfirmasi serangan yang terjadi pada hari Selasa (25/6/2024) tersebut. Disebutkan bahwa sasaran utama adalah infrastruktur yang terkait dengan program nuklir Iran, meskipun detail spesifik mengenai lokasi dan jenis fasilitas yang diserang masih terbatas. Pulau Larak, yang menjadi pusat perhatian, dikenal sebagai lokasi penting untuk penyimpanan dan ekspor minyak Iran.

Pihak Amerika Serikat menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap serangkaian tindakan Iran yang dianggap mengancam keamanan regional. “Kami tidak akan mentolerir upaya Iran untuk mengembangkan senjata nuklir dan mengganggu stabilitas di kawasan,” ujar seorang pejabat senior militer AS yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa serangan ini dirancang untuk memberikan pukulan telak pada kemampuan Iran untuk melanjutkan program nuklirnya.

Sementara itu, Iran mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan. “Serangan terhadap kedaulatan kami adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, dalam sebuah pernyataan resmi. “Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela diri dan membalas serangan ini.” Mousavi juga menuduh Amerika Serikat berusaha memprovokasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Serangan ini terjadi di tengah kekhawatiran internasional yang semakin besar mengenai potensi konflik bersenjata antara AS dan Iran. Ketegangan antara kedua negara telah meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, dipicu oleh berbagai insiden, termasuk penyitaan kapal tanker dan serangan terhadap fasilitas minyak. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan di wilayah ini berpotensi menimbulkan dampak ekonomi global yang signifikan.

Insiden di Pulau Larak ini menambah daftar panjang ketegangan diplomatik dan militer antara kedua negara. Komunitas internasional menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan mencari solusi damai untuk meredakan situasi yang semakin memanas ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp