Friday, 7 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Ancaman Pelarangan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Oleh Yohanes August 7, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam hampir 4% pada perdagangan Kamis (7/8). Lonjakan ini dipicu oleh pembahasan rancangan undang-undang di parlemen Iran yang berpotensi melarang kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz. Peristiwa ini kembali menghidupkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi global.

Menurut laporan, parlemen Iran tengah mendiskusikan proposal legislatif yang secara spesifik menargetkan kapal-kapal yang terafiliasi dengan AS dan Israel. Jika rancangan undang-undang ini disetujui dan diberlakukan, dampaknya terhadap lalu lintas pelayaran di salah satu jalur laut terpenting dunia ini akan sangat signifikan.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Sekitar sepertiga dari seluruh minyak mentah yang diperdagangkan di dunia melintasi selat sempit ini setiap harinya. Oleh karena itu, setiap ancaman terhadap kebebasan navigasi di sana memiliki potensi besar untuk mengganggu pasokan minyak global dan memicu volatilitas harga.

Para analis pasar energi menyatakan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran, selalu menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga minyak. Pengumuman mengenai pembahasan rancangan undang-undang di parlemen Iran ini langsung direspons oleh pasar dengan peningkatan harga, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terganggunya aliran minyak.

Meskipun belum ada kepastian apakah rancangan undang-undang tersebut akan disahkan, pasar minyak bereaksi cepat terhadap potensi risiko. Kenaikan harga yang terjadi pada Kamis (7/8) menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu-isu yang berkaitan dengan keamanan maritim di Timur Tengah, khususnya terkait dengan akses ke Selat Hormuz.

Bagikan: Facebook X WhatsApp