Monday, 17 August 2026
BREAKING
DUNIA

Analisis: Teori ‘Madman’ Diduga Diterapkan Donald Trump dalam Konflik Iran

Oleh Heni Maulidya August 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diduga menggunakan strategi yang dikenal sebagai ‘Madman Theory’ atau Teori Orang Gila dalam menghadapi Iran, terutama selama periode ketegangan yang meningkat. Pendekatan ini digambarkan sebagai upaya untuk menampilkan diri sebagai sosok yang tidak dapat diprediksi dan emosional, demi menakut-nakuti lawan.

Teori ‘Madman’ ini, yang pernah diartikan oleh mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, sebagai cara untuk menciptakan kesan bahwa seseorang tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer yang ekstrem, bahkan jika itu merugikan diri sendiri. Strategi ini bertujuan agar pihak lawan, dalam hal ini Iran, menjadi takut dan akhirnya mundur dari tindakannya.

Bolton, dalam bukunya yang berjudul ‘The Room Where It Happened: A White House Memoir’, merinci bagaimana Trump sering kali mengadopsi persona yang tampak pemarah dan tidak terkontrol. Ia menyebutkan bahwa Trump pernah menyatakan, “Saya tidak akan membiarkan Anda melakukan itu lagi… Anda tahu, saya tidak akan membiarkan Anda melakukan itu lagi. Saya akan membalasnya.” Pernyataan ini, menurut Bolton, mencerminkan keinginan Trump untuk menciptakan ketidakpastian dan rasa takut pada lawan.

Dalam konteks hubungan AS-Iran, ‘Madman Theory’ ini diyakini telah menjadi salah satu elemen kunci dalam kebijakan luar negeri Trump. Dengan menunjukkan sikap yang keras dan tidak dapat diprediksi, Trump diharapkan dapat mencegah Iran melakukan tindakan provokatif lebih lanjut. Namun, efektivitas strategi ini dalam jangka panjang masih menjadi perdebatan di kalangan analis kebijakan luar negeri.

Bolton juga mengutip percakapan dengan Trump pada 2018, di mana Trump menyatakan niatnya untuk meniru strategi yang digunakan oleh mantan Presiden AS Richard Nixon. Nixon dilaporkan menggunakan taktik serupa selama Perang Vietnam, dengan memberikan kesan bahwa ia bersedia menggunakan senjata nuklir untuk mencapai tujuannya. Trump dilaporkan berkata kepada Bolton, “Anda tahu, Nixon, dia adalah orang yang sangat cerdas dalam hal ini. Dia menggunakannya untuk Vietnam. Dia menggunakan teori orang gila itu.”

Meskipun Trump sendiri tidak secara eksplisit mengakui penggunaan ‘Madman Theory’, perilakunya yang seringkali provokatif dan retorika yang keras, terutama terhadap Iran, telah memunculkan spekulasi bahwa ia memang mengadopsi pendekatan tersebut. Para kritikus berpendapat bahwa taktik ini berisiko tinggi dan dapat meningkatkan eskalasi konflik, sementara para pendukungnya melihatnya sebagai cara yang efektif untuk menegaskan kekuatan Amerika Serikat di panggung global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp