Saturday, 1 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Alat Skoring Tingkatkan Optimalisasi Terapi Jantung Gagal

Oleh Rini Widiyarti August 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Meskipun kemajuan terapi medis telah dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang menurun (HFrEF), angka kematian yang disesuaikan dengan usia pada tahun 2021 justru lebih tinggi dibandingkan tahun 1999. Angka rawat inap pun mengalami peningkatan sejak 2014. Kondisi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mengoptimalkan perawatan pasien melalui peningkatan resep guideline-directed medical therapy (GDMT).

Empat pilar utama GDMT yang terbukti efektif menurunkan morbiditas dan mortalitas pada pasien HFrEF adalah penghambat sistem renin-angiotensin-aldosterone (RAAS), di mana penghambat reseptor angiotensin-neprilysin (ARNI) lebih diutamakan daripada penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor).

Selain itu, terdapat pula antagonis reseptor mineralokortikoid (MRA), agonis reseptor glukagon-like peptide-1 (GLP-1 RA), dan penghambat kotransporter natrium-glukosa 2 (SGLT2 inhibitor). Penggunaan keempat kelas obat ini secara bersamaan, sesuai dengan panduan, terbukti secara signifikan mengurangi risiko kematian dan rawat inap akibat gagal jantung.

Namun, tantangan dalam penerapan GDMT secara optimal masih ada. Studi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap resep GDMT yang direkomendasikan belum mencapai target yang diinginkan. Hal ini diperparah oleh kompleksitas regimen pengobatan, efek samping yang mungkin timbul, serta kurangnya pemahaman pasien terhadap pentingnya terapi.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, para peneliti mengembangkan alat skoring yang dirancang khusus untuk membantu dokter dalam mengoptimalkan terapi GDMT bagi pasien gagal jantung. Alat ini bertujuan untuk memfasilitasi dokter dalam membuat keputusan klinis yang lebih tepat sasaran, memastikan bahwa pasien menerima kombinasi terapi yang paling efektif sesuai dengan kondisi mereka.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JACC: Heart Failure pada tanggal 14 Mei 2024, menyoroti bagaimana alat skoring ini dapat menjadi instrumen berharga dalam praktik klinis. Dr. Thomas M. McDonagh, seorang peneliti terkemuka dalam bidang ini, menyatakan, “Alat skoring ini memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk mengevaluasi pasien dan memastikan bahwa mereka mendapatkan manfaat penuh dari GDMT.”

Lebih lanjut, Dr. McDonagh menambahkan, “Dengan menggunakan alat ini, kami berharap dapat meningkatkan tingkat resep GDMT yang sesuai panduan, yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan kualitas hidup dan penurunan angka kematian pada pasien gagal jantung.” Penggunaan alat bantu ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara rekomendasi panduan dan praktik klinis sehari-hari, demi hasil perawatan pasien yang lebih baik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp