Sonam Wangchuk, aktivis terkemuka asal India, terus melanjutkan aksi mogok makan yang telah memasuki hari ke-26 di New Delhi. Kondisi kesehatannya menunjukkan penurunan berat badan signifikan, mencapai 11 kilogram, namun ia menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi tuntutannya.
Wangchuk, yang menjadi daya tarik utama dalam protes yang diselenggarakan oleh Cockroach Janta Party (CJP) di ibu kota India, telah menjadi simbol perjuangan bagi banyak pihak. Meskipun kondisi fisiknya semakin menurun, semangatnya untuk menyuarakan aspirasi tetap membara.
Aksi mogok makan ini merupakan bagian dari rangkaian protes CJP yang menyoroti berbagai isu penting yang dihadapi masyarakat. Keberadaan Wangchuk dalam aksi ini tidak hanya memberikan kekuatan moral bagi para peserta lain, tetapi juga menarik perhatian publik dan media terhadap tujuan yang diperjuangkan.
“Saya masih hidup,” ujar Wangchuk, memberikan pernyataan yang singkat namun penuh makna mengenai kondisinya. Pernyataan ini menegaskan ketahanannya dan tekadnya untuk tidak menyerah meskipun menghadapi tantangan fisik yang berat. Ia tetap teguh pada pendiriannya, menunjukkan bahwa perjuangan ini lebih besar dari sekadar dirinya sendiri.
Penurunan berat badan hingga 11 kilogram dalam waktu kurang dari satu bulan mengindikasikan beratnya kondisi yang dialami Wangchuk. Namun, ia tampaknya memprioritaskan pencapaian tujuan aksi daripada keselamatan pribadinya. Hal ini menjadi sorotan tersendiri di tengah perhelatan protes CJP.
Protes yang melibatkan Sonam Wangchuk ini terus berlanjut di Delhi, dengan harapan tuntutan para aktivis dapat didengar dan direspons oleh pihak berwenang. Keberanian dan keteguhan hati Wangchuk dalam menghadapi situasi sulit ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang terlibat dalam gerakan sosial di India.
