Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Abu Vulkanik Picu Lendir Tenggorokan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Oleh Muzairi M September 9, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Paparan abu vulkanik, seperti yang terjadi pasca erupsi Gunung Semeru, dapat memicu berbagai masalah pernapasan, salah satunya adalah penumpukan lendir atau dahak di tenggorokan. Kondisi ini tentu menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mengutip dari berbagai sumber terpercaya, abu vulkanik mengandung partikel-partikel halus yang jika terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan. Iritasi ini kemudian memicu tubuh untuk memproduksi lendir lebih banyak sebagai mekanisme pertahanan. Namun, produksi lendir yang berlebihan ini justru dapat menyumbat tenggorokan dan menimbulkan gejala seperti batuk, rasa gatal, hingga kesulitan menelan.

Salah satu ahli yang kerap memberikan edukasi mengenai kesehatan pernapasan, dr. Zulkifli Amin, Sp.P(K), pernah menekankan pentingnya menjaga kebersihan saluran pernapasan saat terpapar polusi udara, termasuk abu vulkanik. “Menjaga hidrasi tubuh dengan baik adalah kunci utama. Memperbanyak minum air putih membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan,” ujar dr. Zulkifli Amin dalam sebuah kesempatan.

Selain menjaga hidrasi, ada beberapa cara lain yang dapat membantu membersihkan lendir di tenggorokan akibat paparan abu vulkanik. Mengonsumsi makanan yang memiliki sifat mengencerkan lendir atau anti-inflamasi dapat menjadi pilihan. Contohnya adalah jahe, yang dikenal memiliki senyawa gingerol yang berkhasiat meredakan peradangan dan membantu mengeluarkan dahak. Minuman hangat seperti teh herbal, terutama yang dicampur dengan madu, juga dapat memberikan efek menenangkan tenggorokan dan membantu mengurangi produksi lendir.

Madu sendiri memiliki sifat antibakteri dan antivirus alami yang dapat membantu melawan infeksi jika ada. Kombinasi lemon dan madu dalam air hangat juga sering direkomendasikan karena kandungan vitamin C pada lemon dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sementara madu meredakan iritasi tenggorokan. Beberapa jenis sup hangat, seperti sup ayam atau sup sayuran bening, juga dapat membantu melegakan tenggorokan dan memberikan asupan cairan serta nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Penting untuk diingat bahwa jika gejala penumpukan lendir di tenggorokan ini disertai dengan kesulitan bernapas yang parah, demam tinggi, atau nyeri dada, segera cari pertolongan medis profesional. Penanganan yang tepat dari dokter akan memastikan kondisi Anda membaik secepatnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp