Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Ancaman Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lebih dari Sekadar Gangguan Pernapasan, Picu Iritasi Kulit

Oleh Muzairi M September 8, 2026 18 minutes lalu 0 komentar

Abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Anak Krakatau tidak hanya berisiko mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai masalah pada kulit. Fenomena ini menjadi perhatian serius mengingat dampak luas yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kristianto, menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki sifat abrasif dan dapat memicu reaksi pada kulit. “Abu vulkanik itu kan sifatnya seperti pasir halus, sangat kasar kalau dipegang. Jadi, ketika berinteraksi dengan kulit, dia bisa mengikis lapisan kulit terluar, menyebabkan kulit menjadi kering,” ujar Kristianto.

Lebih lanjut, Kristianto merinci bahwa gesekan partikel abu dengan kulit dapat merusak pelindung alami kulit, yang kemudian menimbulkan rasa gatal. “Dan kalau sudah gesek-gesek, kulit kering itu bisa jadi kemerahan atau bahkan iritasi,” tambahnya, menjelaskan potensi peradangan yang bisa terjadi.

Dampak abu vulkanik pada kulit ini bukanlah hal baru. Sejarah mencatat bahwa letusan gunung berapi seringkali meninggalkan jejak pada kesehatan masyarakat, tidak terkecuali pada kondisi kulit. Partikel-partikel halus yang terbawa angin dapat menyebar luas, bahkan hingga ke permukiman yang jauh dari lokasi letusan.

Oleh karena itu, kesadaran akan potensi bahaya abu vulkanik terhadap kulit perlu ditingkatkan. Masyarakat yang berada di sekitar area terdampak atau yang beraktivitas di luar ruangan saat terjadi erupsi disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Penggunaan pakaian tertutup dan pelindung wajah dapat meminimalkan kontak langsung antara abu vulkanik dengan kulit.

Kristianto menekankan pentingnya menjaga kebersihan kulit pasca terpapar abu vulkanik. Membersihkan kulit secara menyeluruh dengan air dan sabun lembut dapat membantu menghilangkan sisa-sisa abu dan mengurangi risiko iritasi lebih lanjut. Jika iritasi sudah terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp