Monday, 7 September 2026
BREAKING
DUNIA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Lumpuhkan Bandara Soekarno-Hatta, Ratusan WNI Tertahan di Singapura

Oleh Heni Maulidya September 7, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Ratusan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tertahan di Singapura menyusul penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng, Banten. Penutupan ini disebabkan oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Akibatnya, sejumlah penerbangan dari luar negeri menuju Indonesia terpaksa dialihkan atau ditunda. Para penumpang, termasuk ratusan WNI, kini harus menunggu di Singapura hingga kondisi bandara Soetta dinyatakan aman untuk kembali beroperasi.

Pihak otoritas bandara telah mengambil keputusan tegas untuk menunda seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta sejak hari Selasa (25/12/2018) pukul 19.00 WIB. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penerbangan, menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, M. Suriawan, menyatakan bahwa penutupan ini bersifat sementara. “Penutupan ini akan kita berlakukan sampai dengan besok (Rabu, 26/12/2018) pukul 06.00 WIB,” ujarnya pada Selasa malam. Namun, ia menambahkan bahwa evaluasi lanjutan akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan dan rekomendasi dari BMKG.

Keputusan penutupan bandara ini berdampak langsung pada ratusan penumpang yang telah berada di Singapura. Mereka adalah penumpang yang seharusnya melanjutkan perjalanan ke Indonesia, namun kini harus menunda rencana mereka. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian dan kebingungan bagi para WNI yang terdampar di negara tetangga tersebut.

Juru Bicara BMKG, Muhamad Sadly, menjelaskan bahwa sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terdeteksi bergerak ke arah barat daya hingga barat. “Tingkat ketinggian abu vulkanik yang terdeteksi hari ini mencapai 10.000 kaki dari permukaan laut,” ungkapnya. Ketinggian abu vulkanik ini dianggap berbahaya bagi operasional penerbangan, sehingga penutupan bandara menjadi langkah yang paling aman.

Meskipun penutupan bandara Soetta telah diumumkan hingga Rabu pagi, nasib para penumpang yang tertahan di Singapura masih belum pasti. Pihak maskapai penerbangan masih terus berkoordinasi dengan otoritas bandara dan BMKG untuk memantau situasi. Diharapkan kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik segera membaik, sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal dan para WNI dapat segera pulang ke tanah air.

Bagikan: Facebook X WhatsApp