Manajer Sheffield United, Chris Wilder, melontarkan kritik keras terhadap klub Wrexham terkait aktivitas transfer mereka, menyusul konfirmasi adanya tawaran untuk gelandang serang Callum O’Hare. Wilder menuding Wrexham seolah ‘mengepung’ separuh klub di liga akibat banyaknya pemain yang mereka incar.
Pernyataan ini muncul setelah Sheffield United mengonfirmasi bahwa mereka telah mengajukan tawaran resmi untuk O’Hare. Wilder secara spesifik menyebut Wrexham sebagai ‘tim yang agresif’ di bursa transfer, mengindikasikan bahwa klub asal Wales tersebut tidak hanya mengincar satu atau dua pemain, melainkan banyak target dari berbagai klub.
Wilder mengungkapkan kekecewaannya terhadap pendekatan Wrexham, terutama terkait dengan upayanya merekrut O’Hare. Ia merasa bahwa Wrexham telah menciptakan situasi yang sulit bagi klub lain yang juga memiliki ambisi untuk mendatangkan pemain yang sama. “Mereka [Wrexham] seperti melakukan ‘blanket bombing’ di separuh divisi ini,” ujar Wilder, menggambarkan betapa luasnya jangkauan incaran Wrexham.
Lebih lanjut, manajer Sheffield United ini juga menyoroti pergerakan Wrexham yang dianggapnya sangat berani dan berpotensi mengganggu keseimbangan kompetisi. Ia merasa bahwa tim-tim lain kini harus bersaing dengan sumber daya yang mungkin berbeda, ketika Wrexham datang dengan tawaran yang signifikan. “Ini adalah klub yang agresif, dan kami tahu itu,” tambah Wilder, menegaskan bahwa ia menyadari reputasi Wrexham di pasar transfer.
Meski demikian, Wilder tetap fokus pada strategi timnya sendiri dan berupaya untuk tidak terlalu terpengaruh oleh manuver transfer klub lain. Ia menekankan pentingnya Sheffield United untuk tetap berpegang pada rencana mereka dan memastikan bahwa setiap keputusan transfer yang diambil adalah yang terbaik bagi klub. Namun, tak dapat dipungkiri, kehadiran Wrexham sebagai pemain baru yang kuat di pasar transfer memberikan dinamika baru yang perlu diperhitungkan oleh klub-klub lain.
