Thursday, 27 August 2026
BREAKING
DUNIA

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 150 Orang, Ratusan Lainnya Hilang

Oleh Heni Maulidya August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan perbatasan pegunungan antara Nepal dan Tibet, China, telah merenggut nyawa sedikitnya 150 orang. Hingga kini, 384 individu lainnya masih dilaporkan hilang dalam bencana alam dahsyat tersebut.

Bencana ini memicu kehancuran luas, merusak infrastruktur dan permukiman penduduk di wilayah yang sulit dijangkau tersebut. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh tim gabungan, namun medan yang berat menjadi kendala utama.

Pemerintah Nepal menyatakan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan masih akan bertambah mengingat skala kerusakan dan banyaknya laporan orang hilang. Tim SAR menghadapi tantangan signifikan dalam menjangkau area terpencil yang paling parah terdampak.

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Nepal, Anil Bhattarai, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan hilang kepada media. Beliau menyatakan, “Kami masih terus melakukan pendataan dan pencarian. Kondisi di lapangan sangat sulit.”

Peristiwa ini terjadi pada awal musim hujan di Nepal, yang memang kerap diwarnai bencana alam seperti banjir dan longsor. Namun, skala dan dampak kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa dekade terakhir.

Selain korban jiwa dan hilang, ratusan orang dilaporkan menderita luka-luka dan kehilangan tempat tinggal. Bantuan darurat berupa makanan, air bersih, dan tenda pengungsian telah dikirimkan ke lokasi bencana, meskipun distribusi terhambat oleh rusaknya akses jalan.

Pihak berwenang Nepal berkoordinasi dengan pemerintah China untuk melakukan operasi penyelamatan bersama di sepanjang perbatasan. Keduanya mengerahkan sumber daya tambahan untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih tertimbun.

Organisasi kemanusiaan internasional juga mulai bergerak memberikan dukungan. Bantuan medis dan logistik diharapkan dapat segera menjangkau para penyintas yang membutuhkan pertolongan segera.

Bagikan: Facebook X WhatsApp