Thursday, 27 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Pulau Jeju Geger: Penemuan 4 Jenazah Ungkap Skandal Dugaan Penutupan Ratusan Laporan Orang Hilang

Oleh Muzairi M August 27, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Pulau Jeju, destinasi wisata populer Korea Selatan, kini tengah dilanda skandal serius. Penemuan empat jenazah di wilayah tersebut telah memicu investigasi mendalam terhadap kepolisian setempat. Dugaan kuat mengarah pada praktik penutupan sepihak terhadap ratusan laporan orang hilang yang dilaporkan warga.

Kasus ini mulai terkuak ketika tim penyelidik menemukan empat jasad di berbagai lokasi di Pulau Jeju. Penemuan yang mengerikan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penanganan laporan orang hilang oleh pihak berwenang. Laporan awal menunjukkan adanya indikasi bahwa sejumlah laporan tersebut tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya, bahkan diduga sengaja diabaikan.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (NHRC) Korea, Song Doo-hwan, angkat bicara mengenai persoalan ini. “Kami menerima keluhan dari keluarga korban yang menyatakan bahwa laporan orang hilang mereka tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh polisi,” ungkap Song dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa NHRC telah menerima total 327 keluhan terkait dugaan pengabaian laporan orang hilang oleh kepolisian Jeju.

Kekhawatiran semakin memuncak mengingat jumlah orang hilang yang dilaporkan di Pulau Jeju terus bertambah. Pihak kepolisian setempat diduga telah menutup 231 laporan orang hilang tanpa alasan yang jelas. Tindakan ini menimbulkan kemarahan dan keputusasaan di kalangan keluarga yang mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Mereka merasa hak asasi mereka terabaikan.

Song Doo-hwan menegaskan komitmen NHRC untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kami akan menyelidiki setiap keluhan secara seksama dan transparan. Jika terbukti ada pelanggaran, kami akan mengambil tindakan tegas untuk memastikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sistem pelaporan orang hilang yang efektif dan responsif untuk melindungi warga.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan trauma bagi keluarga yang kehilangan, tetapi juga menggoyahkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Pulau Jeju. Penemuan jenazah dan dugaan penutupan laporan orang hilang secara sepihak menjadi pukulan telak bagi citra pariwisata dan keamanan pulau tersebut. Investigasi yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan jawaban dan kejelasan, serta mendorong reformasi dalam penanganan kasus orang hilang di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp