Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah dekat perbatasan China dan Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2020. Peristiwa tragis ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 22 orang dan menyebabkan ratusan lainnya, termasuk turis asing, dilaporkan hilang.
Kondisi geografis yang sulit di daerah pegunungan perbatasan kedua negara membuat upaya pencarian dan penyelamatan menjadi sangat menantang. Ketinggian air yang terus meningkat dan arus yang deras menghambat tim gabungan untuk menjangkau area terdampak secara efektif.
Menurut laporan awal, jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan terus dilakukannya upaya evakuasi dan identifikasi. Kepanikan melanda di antara para turis yang terjebak di area tersebut, banyak di antaranya tidak sempat menyelamatkan diri akibat datangnya banjir yang begitu mendadak.
Pihak berwenang dari kedua negara telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk personel militer dan tim SAR, untuk melakukan operasi pencarian. Namun, cuaca buruk dan medan yang terjal menjadi kendala utama dalam proses ini. Komunikasi di beberapa wilayah juga dilaporkan terputus, semakin mempersulit koordinasi.
Pemerintah Nepal dan China sedang berkoordinasi erat untuk mengatasi krisis ini. Fokus utama saat ini adalah menemukan para korban yang hilang dan memberikan bantuan kepada mereka yang selamat. Informasi mengenai jumlah pasti turis asing yang hilang masih terus dihimpun.
