Kepala badan pengawas polisi Skotlandia menyerukan penerapan teknologi baru untuk memberantas kekacauan yang terjadi di dalam maupun di luar lapangan sepak bola. Ia berpendapat bahwa sistem pengenalan wajah secara langsung (live facial recognition) dapat menjadi solusi efektif dalam mengidentifikasi dan menangani pelaku pelanggaran.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, 19 Maret 2024, David Crichton, Ketua Independent Office for Police (IOP), mengemukakan bahwa teknologi ini dapat membantu polisi dalam mengidentifikasi individu yang sebelumnya terlibat dalam insiden kekerasan atau pelanggaran lainnya di stadion. “Jika kami dapat mengidentifikasi mereka yang datang ke pertandingan yang tahu bahwa mereka akan menyebabkan masalah, maka kami dapat melakukan sesuatu tentang hal itu,” ujar Crichton.
Crichton menjelaskan bahwa sistem pengenalan wajah secara langsung akan memungkinkan petugas untuk membandingkan gambar wajah penonton dengan database orang-orang yang telah dilarang masuk ke stadion atau yang memiliki catatan kriminal terkait tindak kekerasan sepak bola. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung, serta mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Usulan ini muncul menyusul berbagai insiden kekerasan yang kerap mewarnai pertandingan sepak bola di Skotlandia. Data dari Kementerian Dalam Negeri (Home Office) Inggris menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kasus kekerasan terkait sepak bola, dengan 1.371 penangkapan pada musim 2022-2023, naik 50% dibandingkan musim sebelumnya. Angka ini mencakup tindak kekerasan, pelanggaran ketertiban umum, serta penggunaan kembang api ilegal.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh IOP, penggunaan teknologi pengenalan wajah secara langsung telah diuji coba di beberapa wilayah di Inggris dan Wales dengan hasil yang menjanjikan. “Kami telah melihat bukti yang meyakinkan dari Inggris tentang bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara efektif untuk mengidentifikasi pelaku yang sebelumnya telah melakukan pelanggaran,” tambah Crichton. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi ini harus disertai dengan kerangka hukum yang jelas dan pengawasan ketat untuk memastikan privasi individu tetap terjaga.
Crichton juga menyoroti pentingnya kemitraan antara kepolisian, klub sepak bola, dan badan pengatur lainnya untuk memastikan keberhasilan implementasi teknologi ini. Diskusi lebih lanjut mengenai aspek teknis, etika, dan hukum dari penerapan pengenalan wajah secara langsung akan terus dilakukan untuk mencapai solusi terbaik demi keamanan sepak bola Skotlandia.
