Fantasy Premier League (FPL) akan mengalami transformasi signifikan menjelang musim 2026-27. Berbagai pembaruan kunci, yang diungkapkan melalui sesi tanya jawab ‘Ask Me Anything’ oleh BBC Sport, siap mengubah cara para manajer membangun tim dan mengelola strategi mereka di liga fantasi sepak bola paling populer ini.
Perubahan paling mencolok adalah penambahan pemain kelima dalam skuad. Sebelumnya, pemain dibatasi empat, namun kini manajer dapat memiliki hingga lima pemain dari klub yang sama. Keputusan ini diharapkan akan membuka dimensi taktis baru, mendorong pemain untuk lebih strategis dalam memilih pemain dari tim-tim yang memiliki potensi besar.
Selain itu, FPL juga memperkenalkan aturan baru terkait kapten. Sebelumnya, kapten ganda hanya berlaku untuk kapten utama, namun kini berlaku untuk kedua kapten. Ini berarti jika kapten utama tidak bermain, poin kapten kedua akan digandakan. Inovasi ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi manajer dalam menentukan pemimpin tim mereka, terutama saat menghadapi ketidakpastian jadwal pertandingan atau potensi cedera.
Perubahan penting lainnya adalah penghapusan sistem transfer gratis. Mulai musim 2026-27, setiap transfer yang dilakukan akan dikenakan biaya, meskipun detail mengenai besaran biaya ini belum dirinci lebih lanjut. Langkah ini tampaknya dirancang untuk mengurangi frekuensi pergantian pemain dan mendorong manajer untuk lebih berhati-hati dalam setiap keputusan transfer mereka, demi menjaga keseimbangan skuad dalam jangka panjang.
Aturan mengenai kartu merah juga akan mengalami penyesuaian. Jika seorang pemain mendapatkan kartu merah, timnya akan bermain dengan sepuluh pemain untuk sisa pertandingan. Namun, pemain yang dikeluarkan tersebut masih akan mendapatkan poin dari penampilan mereka sebelum dikeluarkan. Perubahan ini bertujuan untuk lebih mencerminkan dampak kartu merah dalam pertandingan sepak bola nyata.
Sistem penilaian poin juga akan dirombak. Penalti untuk gol bunuh diri akan dihapus, dan poin akan tetap diberikan kepada pemain yang mencetak gol bunuh diri. Selain itu, poin untuk assist akan diberikan kepada pemain yang memberikan umpan berujung gol, meskipun bola tersebut menyentuh pemain lain sebelum masuk ke gawang. Perubahan ini diharapkan dapat membuat sistem penilaian lebih adil dan transparan bagi para pemain.
Terakhir, FPL juga akan memperkenalkan sistem ‘wildcard’ baru. Sebelumnya, wildcard hanya dapat digunakan dua kali dalam satu musim, namun kini akan ada wildcard yang dapat digunakan tanpa batas. Namun, wildcard ini memiliki batasan waktu penggunaan, dan hanya dapat digunakan untuk satu pertandingan saja. Perubahan ini memberikan kesempatan lebih bagi manajer untuk melakukan perombakan skuad secara drastis di momen-momen krusial.
