Di tengah keheningan senja, sang penulis menemukan dirinya merenung di atas kursi santai Out-Around-The-Deck. Kehadiran dua anjing Australian Shepherd kesayangannya, Sasha dan Bohdi, menyela momen itu. Gelas berisi air soda yang tergeletak tak jauh dari jangkauan penulis sempat memantik harapan mereka akan camilan, namun kenyataan hanya menyajikan gelembung.
Alih-alih kecewa, Sasha dan Bohdi justru memilih untuk meringkuk di bawah naungan payung, tenggelam dalam lelapnya tidur. Penulis mengamati, “Aussies don’t think when they sits. They sleeps.” Perilaku kedua anjingnya kontras dengan dirinya yang justru kerap memilih untuk duduk dan berpikir, terutama saat laut pedalaman tersaji tenang sejauh mata memandang.
Namun, hari itu berbeda. Momen ketenangan yang biasa dicari tak sepenuhnya hadir. Ada banyak hal yang telah terjadi belakangan, mendorong sang penulis untuk keluar dari zona nyaman kontemplasi pasif. Laut yang biasanya menjadi saksi bisu perenungan kini seolah menyimpan cerita dari berbagai peristiwa yang telah dilalui.
Kehadiran Sasha dan Bohdi, meski hanya terlelap, memberikan semacam jangkar pada realitas. Mereka adalah pengingat akan kesederhanaan, sebuah kontras yang menarik dengan kompleksitas pikiran manusia. Di saat-saat seperti inilah, antara membiarkan diri larut dalam pemikiran atau sekadar menikmati kehadiran, sang penulis menemukan keseimbangan.
