JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penyelenggaraan Khitanan Massal Tahun 2026. Aksi sosial berskala besar ini memberikan layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi 500 anak dari keluarga prasejahtera dan komunitas sekitar Kantor Pusat Pegadaian. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Pegadaian Tower pada Senin, 22 Juni 2026, menandai langkah nyata perusahaan dalam memprioritaskan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.
Program khitanan massal ini merupakan implementasi langsung dari pilar sosial dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung Pegadaian. Dengan menyediakan akses medis yang inklusif dan merata, perusahaan berkontribusi aktif dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya Tujuan Nomor 3 yang berfokus pada Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Upaya ini menegaskan bahwa Pegadaian tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang mendalam.
Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti konkrit kepedulian Pegadaian terhadap kesejahteraan masyarakat. "Khitanan massal ini menjadi bukti kelanjutan komitmen tulus dari Pegadaian untuk selalu hadir dan membawa manfaat nyata di tengah masyarakat," ujar Eka. Ia menambahkan bahwa sebagai perusahaan yang terus bertransformasi menuju modernisasi, penguatan aspek ESG dan TJSL bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan aksi nyata yang menyasar kebutuhan mendasar masyarakat prasejahtera.
Lebih lanjut, Eka menekankan pentingnya pemenuhan hak kesehatan anak sejak dini sebagai investasi sosial jangka panjang yang krusial bagi masa depan bangsa. "Kami berharap layanan kesehatan yang kami fasilitasi ini dapat membantu anak-anak tumbuh lebih sehat dan ceria dalam menyongsong masa depan mereka," tuturnya. Pernyataannya menggarisbawahi visi Pegadaian untuk menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan melalui program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pelaksanaan khitanan massal ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara berbagai pihak. Pegadaian bekerja sama erat dengan tim tenaga medis profesional yang terdiri dari dokter dan perawat ahli, mitra pelaksana yang kompeten, serta dukungan penuh dari pemerintah setempat, khususnya Kecamatan Senen. Keterlibatan aktif dari para tenaga medis memastikan bahwa seluruh proses tindakan khitan dilakukan dengan standar operasional medis yang ketat, mengutamakan aspek higienis, serta menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Kolaborasi terintegrasi ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara, tetapi juga untuk menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Dengan fokus pada aspek kesehatan anak, Pegadaian berupaya menanamkan nilai-nilai positif dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi mereka untuk tumbuh kembang secara optimal.
Khitan atau sunat merupakan prosedur medis yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih, menjaga kebersihan, serta mencegah berbagai penyakit menular seksual di kemudian hari. Bagi keluarga prasejahtera, biaya khitan seringkali menjadi kendala, sehingga program seperti yang diselenggarakan Pegadaian ini sangat membantu meringankan beban ekonomi sekaligus memastikan anak-anak mereka mendapatkan hak kesehatan yang sama dengan anak-anak lainnya.
Dalam konteks ESG, aspek sosial yang diwujudkan melalui program khitanan massal ini sangat relevan. Pegadaian memahami bahwa keberlanjutan bisnisnya juga bergantung pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Dengan berinvestasi pada kesehatan anak, Pegadaian turut berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif di masa depan, yang pada akhirnya akan turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Transformasi Pegadaian menjadi perusahaan yang lebih modern juga mencakup pergeseran paradigma dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Jika sebelumnya TJSL mungkin lebih bersifat reaktif, kini melalui pendekatan ESG, Pegadaian berupaya mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan ke dalam strategi bisnisnya secara proaktif. Hal ini sejalan dengan tren global yang menuntut perusahaan untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Keberhasilan program khitanan massal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam memberikan kontribusi serupa. Sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas adalah kunci untuk mengatasi berbagai tantangan sosial yang ada di masyarakat. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian, dampak positif yang dihasilkan akan menjadi lebih besar dan berkelanjutan.
Melalui program-program seperti ini, Pegadaian menegaskan posisinya sebagai BUMN yang tidak hanya melayani kebutuhan finansial masyarakat melalui produk gadai, namun juga hadir sebagai mitra strategis dalam upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Fokus pada kesehatan anak melalui khitanan massal adalah salah satu bentuk nyata investasi Pegadaian untuk masa depan bangsa yang lebih sehat dan sejahtera, sejalan dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan.











