Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
DUNIA

Aktivis Ditahan, Perang Lahan dan Pembangunan di Sekitar Taman Nasional Kaziranga Makin Memanas

Oleh Rini Widiyarti August 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Penahanan seorang aktivis di India telah menyoroti konflik yang lebih luas mengenai sengketa lahan dan isu pembangunan di sekitar Taman Nasional Kaziranga yang terkenal. Kasus ini mengungkap ketegangan antara pelestarian lingkungan dan ambisi komersial di wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Tokoh yang menjadi sorotan adalah aktivis lingkungan Rohan Kumar, yang dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan oleh Pengadilan Distrik Jorhat pada 19 Januari 2024. Hukuman ini dijatuhkan setelah ia dinyatakan bersalah atas penghinaan terhadap pengadilan terkait upayanya menentang rencana pembangunan sebuah hotel mewah di dekat kawasan lindung tersebut.

Kumar telah menjadi garda terdepan dalam perlawanan terhadap pembangunan resor “The Wildgrass” yang diusulkan oleh perusahaan properti ternama, “Green Valley Developers”. Para aktivis dan penduduk lokal khawatir bahwa proyek tersebut akan mengganggu habitat satwa liar yang dilindungi, termasuk badak bercula satu yang menjadi ikon Kaziranga, serta meningkatkan risiko konflik antara manusia dan hewan liar.

“Kami tidak menentang pembangunan secara keseluruhan, tetapi kami menuntut agar pembangunan tersebut tidak mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Kumar dalam sebuah pernyataan sebelum penahanannya. Ia menambahkan bahwa “Taman Nasional Kaziranga adalah warisan dunia yang harus dijaga untuk generasi mendatang.”

Kasus Kumar bukan sekadar isu individu, melainkan cerminan dari perjuangan yang lebih besar di banyak wilayah di India, di mana proyek-proyek pembangunan seringkali berbenturan dengan upaya konservasi. Pengadilan, dalam keputusannya, menyatakan bahwa tindakan Kumar dianggap mengganggu jalannya proses hukum dan menunjukkan ketidakpatuhan terhadap otoritas peradilan.

Pihak “Green Valley Developers” melalui juru bicaranya menegaskan bahwa rencana pembangunan resor mereka telah melalui semua kajian lingkungan yang diperlukan dan akan mematuhi semua peraturan yang berlaku. “Kami berkomitmen untuk berkontribusi pada ekonomi lokal tanpa merusak ekosistem Kaziranga,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Namun, kekhawatiran para aktivis tetap tinggi. Mereka berpendapat bahwa jarak pembangunan yang diusulkan terlalu dekat dengan zona penyangga taman nasional, yang berpotensi menyebabkan fragmentasi habitat dan peningkatan polusi. Peristiwa ini diharapkan dapat memicu diskusi lebih mendalam mengenai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan di India.

Bagikan: Facebook X WhatsApp