Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui sebelas calon hakim agung dan tiga calon hakim ad hoc Mahkamah Agung (MA). Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian proses uji kelayakan dan kepatutan yang ketat.
Sebanyak 14 nama calon hakim tersebut diputuskan lolos oleh Komisi III DPR RI dalam rapat kerja yang digelar pada Rabu, 29 Mei 2024. Keberhasilan mereka melangkah ke tahap selanjutnya ini menandai rampungnya proses seleksi yang telah berlangsung sebelumnya.
Proses seleksi para calon hakim agung dan ad hoc MA ini merupakan kolaborasi antara Komisi Yudisial (KY) dan MA. KY bertugas melakukan seleksi awal, sementara MA melakukan tahapan selanjutnya. Setelah itu, para calon menjalani fit and proper test di hadapan Komisi III DPR RI.
Salah satu nama yang menarik perhatian dalam daftar calon yang disetujui adalah Elly Supriyadi. Ia merupakan istri dari mendiang Desmond Junaidi Mahesa, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Ke-11 calon hakim agung yang disetujui antara lain: 1. Dr. H. Yasardi, S.H., M.H. (Kampar), 2. Dr. H. M. Yunus, S.H., M.H. (Aceh), 3. Dr. H. Surya, S.H., M.H. (Aceh), 4. Dr. H. M. Djaelani, S.H., M.H. (Banten), 5. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.H. (Riau), 6. Dr. H. Hamdani, S.H., M.H. (Banten), 7. Dr. H. Arief Hidayat, S.H., M.H. (Jawa Tengah), 8. Dr. H. Supriyadi, S.H., M.H. (Jawa Tengah), 9. Dr. H. Jupriadi, S.H., M.H. (Jawa Barat), 10. Dr. H. M. Idroes, S.H., M.H. (Jawa Timur), dan 11. Elly Supriyadi, S.H., M.H. (DKI Jakarta).
Sementara itu, tiga calon hakim ad hoc MA yang juga mendapatkan persetujuan adalah: 1. H. T. M. Lutfi, S.H., M.H. (Aceh) untuk kamar perdata, 2. Dr. H. Syaiful Bachri, S.H., M.H. (Jawa Tengah) untuk kamar pidana, dan 3. H. Abdul Hamid, S.H., M.H. (DKI Jakarta) untuk kamar pidana.
Proses seleksi yang panjang ini diharapkan dapat menghasilkan hakim-hakim yang berkualitas dan mampu menjaga marwah peradilan di Indonesia.
