Gelandang muda berbakat Bayern Munich, Jamal Musiala, akhirnya buka suara mengenai dua insiden kolaps yang dialaminya di lapangan dalam rentang waktu empat hari. Musiala menjelaskan bahwa kondisinya tersebut disebabkan oleh kejang absans, sebuah kondisi yang timbul akibat disfungsi neurologis.
Penjelasan ini hadir menyusul kekhawatiran publik dan penggemar mengenai kesehatan pemain berusia 21 tahun tersebut. Dua kali ambruk di lapangan secara beruntun tentu menimbulkan tanda tanya besar, terutama mengingat karier sepak bolanya yang sedang menanjak.
Melalui unggahan di media sosialnya, Musiala membagikan detail mengenai diagnosis yang diterimanya. “Saya didiagnosis mengalami kejang absans akibat disfungsi neurologis,” tulisnya pada hari Selasa (16/4/2024). Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi spekulasi yang beredar sebelumnya.
Kejang absans, yang sebelumnya dikenal sebagai petit mal, adalah salah satu bentuk epilepsi yang ditandai dengan episode singkat hilangnya kesadaran atau perhatian. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai lamunan atau kebingungan.
Insiden pertama yang dialami Musiala terjadi saat Bayern Munich menghadapi Borussia Dortmund dalam laga Bundesliga pada Sabtu (13/4/2024). Ia terpaksa ditarik keluar lapangan karena kondisinya yang mendadak memburuk. Hanya berselang beberapa hari, kejadian serupa terulang ketika Bayern Munich bertandang ke markas Arsenal dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA, Rabu (10/4/2024).
Meskipun menghadapi tantangan kesehatan yang tidak ringan, Musiala menunjukkan semangat juang yang tinggi. Ia menyatakan komitmennya untuk pulih dan kembali bermain secepat mungkin. “Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk kembali lebih kuat,” tegasnya. Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi para pendukung Bayern Munich dan tim nasional Jerman.
Dampak dari kondisi ini terhadap kelanjutan karier Musiala di level profesional tentu menjadi perhatian utama. Pertanyaan apakah ia masih bisa melanjutkan karier sepak bolanya dengan intensitas tinggi masih menjadi tanda tanya besar. Namun, dengan diagnosis yang jelas dan tekad yang kuat, Musiala berupaya untuk bangkit dari cobaan ini.
