Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Perbedaan Pemberian Vitamin K pada Bayi Baru Lahir: Perlakuan Berbeda Berdasarkan Jenis Kelamin

Oleh Rini Widiyarti August 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Data studi kohort retrospektif mengungkap adanya disparitas dalam pemberian profilaksis vitamin K suntik pada bayi baru lahir, di mana bayi perempuan secara signifikan lebih jarang menerima suntikan tersebut dibandingkan bayi laki-laki. Selain itu, bayi perempuan juga sedikit lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan vaksin hepatitis B.

Temuan yang dipublikasikan di JAMA Network Open ini berasal dari analisis data di tiga pusat kesehatan di bawah sistem kesehatan University of Pennsylvania. Studi ini menyoroti bahwa secara keseluruhan, penolakan orang tua terhadap profilaksis vitamin K maupun vaksin Hepatitis B (HBV) telah mengalami peningkatan sejak tahun 2018.

Dr. Sarah A. Coggins, MD, MSCE, seorang neonatologis di Pennsylvania Hospital dan asisten profesor pediatri, menyatakan, “Ini adalah sesuatu yang kami lihat di Philadelphia.” Ia menambahkan bahwa penelitian ini mengamati tren penolakan vaksin dan profilaksis yang lebih luas.

Lebih lanjut, studi tersebut menemukan bahwa bayi perempuan memiliki kemungkinan 16% lebih rendah untuk menerima vitamin K intramuskular dibandingkan bayi laki-laki. Perbedaan ini tetap signifikan bahkan setelah mengontrol faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi keputusan pemberian vaksin, seperti ras, status asuransi, dan jenis persalinan. Untuk vaksin hepatitis B, bayi perempuan memiliki kemungkinan 8% lebih rendah untuk menerimanya, meskipun perbedaan ini tidak sekonsisten dengan vitamin K.

Peningkatan penolakan orang tua terhadap kedua intervensi medis ini, baik vitamin K maupun vaksin HBV, menjadi perhatian utama. Data menunjukkan bahwa tingkat penolakan vitamin K naik dari 2,7% pada tahun 2018 menjadi 6,1% pada tahun 2022, sementara penolakan vaksin HBV meningkat dari 1,9% menjadi 4,1% dalam periode yang sama.

Meskipun studi ini berfokus pada data dari University of Pennsylvania health system, para peneliti menyarankan bahwa temuan ini mungkin mencerminkan tren yang lebih luas di tempat lain. Mereka menekankan pentingnya memahami alasan di balik penolakan orang tua dan mendiskusikan manfaat serta risiko dari kedua intervensi ini secara komprehensif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp