Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam The American Journal of Psychiatry mengungkap potensi baru dari semaglutide, obat yang umum digunakan untuk diabetes tipe 2 dan obesitas, dalam menangani gangguan penggunaan alkohol (AUD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi semaglutide oral selama delapan minggu mengalami penurunan signifikan dalam frekuensi hari minum berlebihan dan intensitas keinginan untuk mengonsumsi alkohol.
Penelitian yang dipimpin oleh Joseph P. Schacht, PhD, seorang profesor madya di departemen psikiatri di University of Colorado Anschutz School of Medicine, ini membandingkan efek semaglutide dengan plasebo. Temuan ini didasarkan pada laporan anekdot dari pasien yang menggunakan agonis reseptor GLP-1 untuk indikasi lain, di mana mereka melaporkan adanya pengurangan keinginan untuk mengonsumsi alkohol.
Selain efeknya pada konsumsi alkohol, studi ini juga mengamati penggunaan zat lain. Semaglutide tampaknya berkontribusi pada penurunan penggunaan ganja di kalangan pengguna awal (baseline) yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa semaglutide mungkin memiliki spektrum efek yang lebih luas terkait dengan pengendalian zat.
Para peneliti tertarik untuk mengeksplorasi lebih lanjut temuan ini. “Saya tertarik pada laporan anekdot dari pasien yang mengonsumsi agonis reseptor GLP-1 untuk indikasi lain yang mencatat adanya pengurangan keinginan terhadap alkohol,” ujar Schacht, merujuk pada motivasi awal di balik penelitian ini. Temuan ini membuka jalan bagi investigasi lebih lanjut mengenai peran semaglutide dalam terapi gangguan penggunaan zat, termasuk AUD.
