Sunday, 16 August 2026
BREAKING
DUNIA

Donald Trump: Selat Hormuz Akan Jadi Wilayah AS Pasca Kemenangan Atas Iran

Oleh Heni Maulidya August 16, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutarakan niatnya untuk mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Klaim ini rencananya akan dilakukan setelah Amerika Serikat berhasil mengalahkan Iran dalam sebuah konflik.

Pernyataan Trump ini diungkapkan dalam sebuah acara kampanye yang diselenggarakan oleh Citizens United di Washington, D.C., pada hari Jumat, 15 Maret 2024. Dalam pidatonya, Trump menyampaikan pandangannya mengenai strategi keamanan nasional dan geopolitik di Timur Tengah.

β€œKita akan mengalahkan Iran, dan ketika itu terjadi, kita akan mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” tegas Trump di hadapan para pendukungnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini diperlukan untuk mengamankan kepentingan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan yang sangat strategis karena menjadi salah satu rute pelayaran minyak mentah terpenting di dunia. Sekitar 20% dari total minyak mentah yang diperdagangkan di dunia melewati selat ini setiap harinya. Kontrol atas selat ini akan memberikan Amerika Serikat pengaruh yang signifikan terhadap pasokan energi global.

Trump juga menyinggung kebijakan luar negerinya saat menjabat sebagai presiden. Ia mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat mampu menjaga stabilitas di Timur Tengah dan mencegah Iran untuk mendominasi kawasan tersebut. Ia berjanji jika terpilih kembali, ia akan menerapkan kebijakan yang lebih tegas terhadap Iran.

Dalam pidato yang sama, Trump juga menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan administrasi Presiden Joe Biden yang dianggapnya melemahkan posisi Amerika Serikat di dunia. Ia berjanji akan mengembalikan kekuatan dan pengaruh Amerika Serikat di kancah internasional.

Pernyataan mengenai klaim Selat Hormuz ini sontak menimbulkan berbagai reaksi dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Para analis geopolitik menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk retorika politik khas Trump yang bertujuan untuk menarik perhatian dan menunjukkan ketegasan dalam isu keamanan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp