Sejumlah wisatawan dilaporkan panik saat gempa bumi kuat mengguncang Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada Sabtu (15/8). Pusat gempa dilaporkan berada di laut wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Gempa yang terjadi pada pukul 14.53 WIB ini memiliki magnitudo 6,3. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa meskipun ada kepanikan di antara para wisatawan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur yang signifikan di Pulau Padar akibat gempa.
“Memang ada kepanikan, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang berarti di Pulau Padar,” ujar Lukita Awang.
Lukita menambahkan bahwa petugas Taman Nasional Komodo segera bertindak cepat untuk menenangkan wisatawan dan memastikan keamanan mereka. Evaluasi kondisi pasca-gempa juga segera dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.
Gempa ini juga dirasakan di beberapa wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Manggarai Barat, yang merupakan lokasi Taman Nasional Komodo. BMKG mencatat bahwa gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai gempa bumi. Mereka juga menyarankan untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
