Tim Search and Rescue (SAR) berhasil mengevakuasi tiga jenazah korban tewas dari puing-puing bangunan Pelabuhan Lauren Say, Maumere. Ketiga korban ditemukan terjebak di dalam gedung yang ambruk akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 14 Desember 2021.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan ini berlangsung dramatis mengingat kondisi bangunan yang tidak stabil dan risiko longsoran susulan. Setelah berjam-jam melakukan pencarian di tengah reruntuhan, tim SAR akhirnya berhasil mengangkat jenazah ketiga korban dari bawah timbunan beton dan material bangunan lainnya.
Menurut Kepala Basarnas Maumere, Djunaidi, pihaknya mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan sejak laporan adanya korban terjebak diterima. “Kami terus melakukan upaya pencarian dan akhirnya tiga jenazah berhasil kami temukan dan evakuasi,” ujar Djunaidi.
Ketiga korban yang berhasil dievakuasi tersebut diketahui merupakan warga lokal yang sedang berada di sekitar area pelabuhan saat gempa terjadi. Identitas para korban masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Proses evakuasi ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak gempa NTT yang meluas.
Gempa bumi yang berpusat di laut, sekitar 112 km arah barat laut Kota Maumere, Nusa Tenggara Timur, dengan kedalaman 10 km, telah menimbulkan kerusakan signifikan di berbagai wilayah. BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun kemudian statusnya dicabut. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pendataan korban jiwa maupun kerusakan akibat bencana alam tersebut.
