Manggarai, Nusa Tenggara Timur – Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga kini, tercatat sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia, sebagian besar berada di wilayah Manggarai. Tim gabungan SAR dan relawan masih berjuang keras di lapangan untuk menyelamatkan dan mengevakuasi korban lainnya yang terjebak pasca bencana.
Gempa berkekuatan magnitudo yang belum disebutkan dalam sumber asli ini, telah menimbulkan kerusakan signifikan di berbagai daerah di NTT. Fokus utama saat ini adalah pencarian korban yang belum ditemukan, serta penanganan terhadap mereka yang terdampak. Proses evakuasi berjalan di tengah tantangan medan dan kondisi pascabencana.
Pihak berwenang menegaskan bahwa data korban yang dirilis ini masih bersifat sementara. Angka tersebut berpotensi mengalami perubahan seiring dengan berlanjutnya proses verifikasi dan validasi data di lapangan. Tim terus bekerja untuk memastikan akurasi jumlah korban, baik yang meninggal dunia, luka-luka, maupun yang hilang.
Salah satu kutipan yang berhasil dihimpun dari tim di lapangan menyatakan, “Kami bekerja tanpa kenal lelah untuk menemukan siapa pun yang masih bisa diselamatkan. Kondisi di sini cukup sulit, namun semangat kami tidak padam.” Pernyataan ini mencerminkan dedikasi para petugas dalam menghadapi situasi darurat ini.
Selain upaya penyelamatan, penanganan medis bagi korban luka juga menjadi prioritas. Posko-posko darurat telah didirikan untuk memberikan pertolongan pertama dan perawatan lanjutan. Bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan tenda pengungsian, juga terus disalurkan kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah daerah bersama dengan berbagai lembaga terkait terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan bencana ini berjalan efektif. Upaya pemulihan jangka panjang juga mulai dirancang, meskipun fokus utama saat ini masih pada respons darurat dan penyelamatan korban.
