Puerto Riko menghadapi krisis air akibat kekeringan ekstrem yang diperparah oleh cuaca panas dan infrastruktur yang sudah tua. Langkah pembatasan pasokan air ini berdampak pada ratusan ribu penduduk di seluruh wilayah.
Otoritas Pengendalian dan Pengawasan Air Puerto Riko (AAA) mengumumkan bahwa pembatasan penggunaan air akan diberlakukan di wilayah metropolitan San Juan, yang mencakup kota-kota seperti San Juan, Bayamón, Carolina, Guaynabo, Cataño, Toa Baja, Toa Alta, Dorado, dan Naranjito. Pemberlakuan ini dimulai sejak Senin, 10 Juni 2024.
Menurut Presiden AAA, Doriel Pagán Crespo, tingkat cadangan air di Waduk La Plata, yang merupakan sumber utama pasokan air untuk wilayah metropolitan, telah menurun drastis. “Saat ini, cadangan air di Waduk La Plata hanya tersisa 29,3% dari kapasitasnya,” ujar Pagán Crespo dalam sebuah pernyataan pers. Kondisi ini memaksa AAA untuk mengambil tindakan tegas demi menjaga ketersediaan air untuk jangka waktu yang lebih lama.
Pembatasan ini akan diterapkan dengan sistem rotasi, di mana setiap wilayah akan mengalami pemadaman air selama 24 jam setiap tiga hari. “Kami memahami bahwa ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, namun ini adalah langkah yang diperlukan untuk mengatasi situasi kekeringan yang serius ini,” tambahnya.
Selain pembatasan pasokan, AAA juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan. “Kami meminta kerja sama seluruh warga untuk mengurangi penggunaan air yang tidak perlu, seperti mencuci kendaraan, menyiram tanaman, atau mengisi kolam renang,” kata Pagán Crespo. Ia juga menekankan pentingnya melaporkan kebocoran air sekecil apa pun kepada pihak berwenang.
Kekeringan yang melanda Puerto Riko ini bukan kali pertama terjadi. Namun, kombinasi cuaca panas yang intens dan sistem distribusi air yang sudah usang membuat kondisi kali ini terasa lebih parah. Infrastruktur air yang tua seringkali menyebabkan kebocoran dan pemborosan air, yang semakin memperburuk dampak kekeringan.
Dampak dari pembatasan pasokan air ini sangat luas. Ratusan ribu rumah tangga, bisnis, dan fasilitas publik akan merasakan konsekuensinya. Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sanitasi, dan kegiatan ekonomi terancam, menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan masyarakat dan stabilitas sosial.
AAA berjanji akan terus memantau kondisi waduk dan tingkat curah hujan. Jika situasi membaik, pembatasan pasokan air ini dapat dilonggarkan. Namun, untuk saat ini, masyarakat Puerto Riko di wilayah yang terdampak harus bersiap menghadapi jadwal pasokan air yang terbatas.
